Perempuan yang menerima gaji lebih tinggi cenderung tidak menyerah untuk memiliki anak.
⚡ ⚡ Ringkasan Cepat
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang bekerja di perusahaan dengan pendapatan lebih tinggi dan kesenjangan upah gender yang lebih kecil lebih cenderung memilih untuk melahirkan.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang bekerja di perusahaan dengan pendapatan lebih tinggi dan kesenjangan upah gender yang lebih kecil lebih cenderung memilih untuk melahirkan. Hal ini merupakan hasil yang membalikkan teori ekonomi tradisional yang menyatakan bahwa ketika upah perempuan meningkat, biaya peluang membesarkan anak meningkat dan angka kelahiran menurun. Disebutkan bahwa mengentaskan kesenjangan gender di pasar tenaga kerja dapat menjadi solusi terhadap masalah rendahnya angka kelahiran. Menurut laporan terbaru dari Layanan Informasi Ketenagakerjaan Korea tentang ‘Pengaruh Struktur Pasar Tenaga Kerja terhadap Tingkat Kelahiran Rendah’, dianalisis bahwa semakin tinggi upah (upah relatif) perempuan dibandingkan dengan rata-rata upah laki-laki, semakin tinggi kemungkinan perempuan memilih untuk memiliki anak. Selain itu, semakin tinggi upah seorang perempuan, semakin tinggi kemungkinannya untuk memilih memiliki anak. Untuk menguji dampak kesenjangan upah gender terhadap persalinan, para peneliti membandingkan pendapatan pekerja perempuan setahun sebelum melahirkan dengan upah laki-laki di tempat mereka bekerja saat itu. Namun, dianalisis bahwa setelah melahirkan, upah relatif perempuan turun tajam dan sulit untuk pulih ke upah relatif sebelum melahirkan dalam jangka waktu tertentu. Upah relatif perempuan pada tahun melahirkan adalah
← Kembali