Sebuah terobosan yang mengubah keadaan telah hadir terkait bahasa asing, salah satu bagian penting dalam kehidupan kita. Sementara metode menghafal dan berorientasi terjemahan yang telah digunakan selama bertahun-tahun kembali menjadi bahan diskusi, Ahli Neuro-Linguist pemenang penghargaan Derya Şahin menekankan bahwa kebiasaan ini salah. Şahin berkata, "Masalahnya bukan pada berapa banyak kata yang kita ketahui, tapi bagaimana otak kita memproses bahasa. Terjemahan yang terus-menerus dapat memperlambat kefasihan alami pada beberapa individu. Ketika otak dapat secara langsung mengasosiasikan bahasa target dengan maknanya, prosesnya dapat berjalan jauh lebih alami."