VIDEO: Dengan bar yang disesuaikan, bocah crossfitter berusia 3 tahun meniru latihan dan menjadi viral di media sosial
📖 Sumber artikel — 🇧🇷 PortugisBocah crossfitter berusia 3 tahun mengadopsi batang beban sebagai mainan
Setiap anak mempunyai mainan favoritnya masing-masing. Dalam kasus João Lucas Ilg Malaquias, berusia 3 tahun, ini adalah bar beban.
Anak laki-laki dari Canoas, di Wilayah Metropolitan Porto Alegre, menjadi viral saat masih bayi ketika ibunya, Júlia Ilg, menunjukkan rangkaian latihan lucu "crossfitter" kecil itu di media sosial.
📲 Akses saluran g1 RS di WhatsApp
Saat ini, dua tahun setelah video pertama, dia tetap teguh dalam rutinitas "pelatihan" dan biasanya membawa bar adaptasinya ke mana pun.
"Kita semua di rumah ini main CrossFit kan? Lalu pas aku hamil dia, aku hentikan CrossFitnya. Tepat setelah aku melahirkannya, tiga bulan kemudian aku kembali. Lalu dia harus ikut. Karena aku harus menyusui," kata sang ibu.
Tetangga kakek dan neneknya, yang juga berlatih setiap hari dan merupakan guru seni bela diri, João tumbuh dengan aktivitas fisik yang termasuk dalam kehidupan sehari-harinya. Ibu dan anak perempuannya biasa pergi ke gym bersama. Jadi, yang satu melakukan pelatihannya sementara yang lain merawat anak itu. Dengan penuh perhatian, Joãozinho mengamati semuanya dan segera mulai meniru.
Awal
Rutinitas "crossfiteiro" anak laki-laki itu dimulai saat dia berusia 11 bulan. Neneknya, Daniela Martins, mengatakan bahwa dia sedang bermain dengan sepotong PVC dan kakeknya memiliki ide untuk membuatkan bar beban untuknya dengan sapu. Anak itu menyukai gagasan itu dan, sejak itu, dia telah membuat banyak bar yang diadaptasi.
"Kami selesai melakukan 'bar' dan dia mengambilnya dan melakukan gerakan pertama. Lalu dia tidak berhenti," kata Daniela.
Joãozinho belum bersekolah, tetapi dia terdaftar di kelas jiu-jitsu di mana kakek dan neneknya menjadi gurunya. “Semua orang saling membantu, karena dia adalah anak yang sangat intens”, komentar Júlia.
Mengenai video viral tersebut, sang ibu melaporkan bahwa dia membuat profil tersebut untuk berbagi kehidupan sehari-harinya dengan kerabatnya: "Seluruh keluarga terus meminta videonya. Saya membuat Instagram pada hari Kamis. Saya pikir itu adalah video ketiga yang kami posting tentang dia, yang dari Kamis hingga Minggu telah ditonton lebih dari satu juta kali. Video pertamanya telah ditonton hampir 400 juta kali."
Bocah crossfitter berusia 3 tahun mengadopsi batang beban sebagai mainan
Berkas pribadi
Perawatannya
Dokter Guilherme Guaragna Filho, ahli endokrinologi pediatrik dan profesor di Layanan Pediatri di Hospital de Clínicas de Porto Alegre (HCPA), menjelaskan bahwa segala aktivitas fisik yang dilakukan secara spontan oleh seorang anak dapat didorong.
“Aktivitas fisik yang ideal adalah aktivitas yang membuat anak termotivasi. Perawatan yang harus dilakukan adalah dengan berat badan berlebih atau aktivitas fisik yang sangat intens, karena dapat menghambat pertumbuhannya,” tegasnya.
Dokter anak mengingatkan agar anak tidak boleh terpapar aktivitas dengan intensitas tinggi. Menurutnya, olahraga seperti angkat beban dan Crossfit sebaiknya hanya dimulai pada usia remaja, di akhir masa pubertas.
Latihan yang paling dianjurkan di masa kanak-kanak adalah latihan yang menyenangkan, seperti mengendarai sepeda; bermain olahraga kelompok, seperti sepak bola atau bola voli; dan seni bela diri.
“Sangat baik bagi para orang tua untuk mendorong dan memberi contoh dalam melakukan aktivitas fisik, bahkan bagi anak-anak dan remaja untuk melakukan rutinitas melakukan aktivitas fisik tersebut,” kata dokter.
VIDEO: Segala sesuatu tentang RS
← Kembali