Wanita Hamil 26 Minggu Ikuti Half Marathon di Pantai SP: 'Perasaan Menjadi Wanita Super'
📖 Sumber artikel — 🇧🇷 PortugisWanita hamil lari lari 7 km di Santos, SP
Seorang wanita hamil 26 minggu berpartisipasi dalam setengah maraton di Santos, di pantai São Paulo. Ke g1, Bárbara Pavan Antelo, 35 tahun, mengatakan bahwa dia menempuh rute yang lebih pendek atas saran medis, tetapi menempuh jarak 7 km dalam 44 menit. “Rasanya seperti menjadi wanita super,” katanya.
Pengusaha wanita itu mengikuti Meia de Santos Minggu (14) ini. Awalnya ia berniat mengikuti lomba lari 21 km, namun mengikuti anjuran dokter kandungan dan mengurangi jarak untuk menghindari risiko terkait dehidrasi saat hamil.
✅ Klik di sini untuk mengikuti saluran g1 Santos baru di WhatsApp.
Bárbara, yang tinggal di Frutal (MG), mengaku melakukan perjalanan ke Santos ditemani orang lain yang berlatih di tempat yang sama hanya untuk mengikuti kompetisi. “Kami datang membawa sebagian besar tim pendukung dengan menggunakan bus hanya untuk tes. Jumlah kami sekitar 25 orang,” lapornya.
Pengusaha wanita itu menggambarkan serunya berlari saat hamil. "Perasaannya luar biasa. Rasanya seperti menjadi wanita super. Mengetahui bahwa tubuh saya mampu mempertahankan kebugaran fisik tingkat tinggi dan tetap menghasilkan kehidupan. Sungguh perasaan yang luar biasa!", ungkapnya.
Bárbara Pavan Antelo berlari 7 km di Santos.
Arsip Pribadi
Latihan
Bárbara, yang sudah menjadi ibu dari seorang anak laki-laki berusia empat tahun, mengenang bahwa ia didiagnosis menderita pra-diabetes selama kehamilan pertamanya dan bahwa berlari sangat penting untuk kehamilan kedua yang lebih sehat. “Saya menjadi lebih aktif, terutama karena berlari, dan saya merasa sangat baik,” lapornya.
Dia mengatakan dia mempertahankan rutinitas latihan rutin dan telah berpartisipasi dalam enam lomba lari tahun ini saja. Menurut pengusaha wanita tersebut, harapannya adalah bisa berkompetisi di tiga kompetisi lagi sebelum sang buah hati lahir, yang dijadwalkan pada bulan September.
“Saat hamil, setiap langkah semakin bermakna. Bukan hanya soal kilometer yang ditempuh, tapi soal kesehatan, perawatan diri, koneksi dengan buah hati, dan rasa percaya diri pada tubuh sendiri. Tubuh yang menghasilkan kehidupan juga mampu mengatasi tantangan yang luar biasa,” tegasnya.
Pengusaha wanita ini telah berlatih lari selama hampir dua tahun dan, awalnya, mengikuti jadwal dengan empat latihan mingguan. Namun karena kelelahan akibat kehamilan, ia meminta pelatihnya mengurangi frekuensinya menjadi tiga kali seminggu.
"Ini bekerja dengan sangat baik. Rasa lelah saya mulai berkurang dan mampu menyelesaikan seluruh jadwal [pelatihan]," katanya.
Dukungan profesional
Menurut Bárbara, latihan olahraga selama kehamilan diawasi secara ketat oleh para profesional kesehatan. “Dokter kandungan saya meminta saya untuk tidak berlebihan, banyak minum dan tetap beraktivitas seperti biasa,” ujarnya.
Ia menambahkan, ia juga mendapat pemantauan mingguan dari ahli gizi, dengan pengendalian pola makan, penggantian vitamin, pemeriksaan umum, dan pemantauan kinerja fisik.
“Kontraindikasi saya adalah jika terjadi nyeri dan kelelahan. [Saya perlu] menghormati tubuh saya di atas segalanya dan tanda-tandanya”, tambahnya.
VIDEO: g1 dalam 1 Menit Santos
← Kembali