Dari sebuah desa di MS ke internet: penyanyi memadukan forró dengan guarani dan memenangkan hati publik
📖 Sumber artikel — 🇧🇷 PortugisPenduduk asli dari MS bertaruh pada forró yang dinyanyikan dalam bahasa Guarani
Apa yang dimulai sebagai permainan di sekolah akhirnya berubah menjadi karier musik bagi penyanyi pribumi Deivid Rossate Ajala, yang secara artistik dikenal sebagai Deivid Forrozeiro. Seorang penduduk Aldeia Te’yikue, di Caarapó (MS), pria berusia 24 tahun ini menemukan cara berbeda di forró elektronik untuk menghargai budayanya: bernyanyi dengan irama timur laut menggunakan bahasa Guarani.
Ketertarikannya pada musik muncul saat ia baru berusia 12 tahun. Saat itu, band Forró Boys sukses di desa-desa adat dan juga di wilayah lain di negara tersebut. Terpesona dengan gayanya, Deivid bermimpi bernyanyi dengan ritme yang sama, tetapi masih belum mengetahui cara kerja instrumen atau produksi musiknya.
✅ Klik di sini untuk mengikuti saluran MS g1 di WhatsApp
Kesempatan pertama untuk tampil datang pada perayaan Pekan Masyarakat Adat di sekolah. Meski pemalu, ia memutuskan untuk naik panggung bersama rekannya.
“Saya malu, tapi saya pergi bernyanyi. Banyak orang mulai tertawa karena tidak percaya dengan apa yang mereka lihat”, kenangnya.
Meski bercanda, dia tidak menyerah. Bersama temannya, ia mulai merekam video sederhana di ponselnya dan membuat presentasi di acara sekolah. Meski ada yang mendukung, ada pula yang tetap mengolok-olok, namun keinginan untuk terus bermusik berbicara lebih keras.
Saat itulah dia memutuskan untuk belajar bermain keyboard. Instrumen pertamanya adalah keyboard mainan kecil, tempat dia berlatih setiap hari. Belakangan, ia menerima keyboard profesional dari ayahnya dan mulai lebih mendedikasikan dirinya pada musik, menulis lirik, dan membuat aransemen.
Langkah profesional pertama datang dengan bantuan seorang paman musisi, yang merekam beberapa lagu. Pada tahun 2017, mereka merilis lagu disertai video musik di media sosial. Hasilnya mengejutkan.
“Video itu menjadi viral di Facebook dan banyak orang mulai menyukai lagu tersebut,” katanya.
Forró elektronik di Guarani
Terinspirasi oleh band-band elektronik forró, seorang penduduk asli dari MS menciptakan gayanya sendiri dengan bernyanyi dalam bahasa Portugis dan Guarani,
Jejaring sosial
Saat ini, perbedaan utama Deivid justru menggabungkan forró elektronik, juga dikenal sebagai xote elektronik atau forró keyboard, dengan bahasa Guarani.
Terinspirasi oleh band-band bergenre tersebut, ia memutuskan untuk membawa identitas budayanya sendiri ke dalam lagu-lagunya. Hasilnya adalah lagu-lagu romantis yang dibawakan dalam bahasa Guarani, bahasa yang digunakan oleh sebagian besar masyarakat adat di wilayah tersebut.
Saat ini, penyanyi tersebut memiliki lagu yang direkam dalam bahasa Portugis dan Guarani. Menurutnya, lagu-lagu berbahasa daerah termasuk yang paling banyak diminta masyarakat saat tampil.
“Saat saya tampil di desa, lagu-lagu dalam bahasa Guarani adalah lagu yang paling banyak diminta orang”, ujarnya.
Meskipun sebagian besar presentasi dilakukan di komunitas adat, Deivid mengatakan dia siap membawa proyek ini ke audiens mana pun.
"Saya bernyanyi dalam bahasa Portugis dan Guarani. Jika mereka meminta saya bermain di kota, saya akan pergi juga. Saya bisa bermain di mana saja", tegasnya.
Musik sebagai salah satu cara melestarikan budaya
Dengan memadukan salah satu ritme paling populer di Brasil dengan bahasa Guarani, Deivid Forrozeiro telah menciptakan gayanya sendiri dan membantu menjaga budaya asli tetap hidup di kalangan anak muda.
Usulan tersebut menunjukkan bahwa tradisi dan modernitas dapat berjalan seiring. Meskipun aransemen keyboard dan elektronik mendukung presentasi, lirik dalam Guarani memperkuat identitas budaya masyarakat yang menemukan cara lain dalam musik untuk melestarikan sejarah dan berbagi asal usul mereka.
Tonton video dari Mato Grosso do Sul:
← Kembali