Di musim panas, kita berkumpul lagi di Daegu, kiblatnya ayam dan bir... Festival Ayam dan Bir Daegu dibuka pada tanggal 1 Juli
⚡ ⚡ Ringkasan Cepat
Daegu dianggap sebagai kota terpanas di negara ini pada musim panas. ‘Daefrica (Daegu + Afrika)’, yang mengacu pada cuaca panas yang unik di kawasan ini, kini menjadi perwakilan merek musim panas Daegu.
Daegu dianggap sebagai kota terpanas di negara ini pada musim panas. ‘Daefrica (Daegu + Afrika)’, yang mengacu pada cuaca panas yang unik di kawasan ini, kini menjadi perwakilan merek musim panas Daegu. Kota Daegu menggunakan gambar ini sebagai festival dan aset pariwisata untuk mengembangkan Festival Ayam dan Bir Daegu, sebuah festival musim panas yang mewakili Korea. Festival Ayam dan Bir Daegu yang tahun ini merayakan hari jadinya yang ke-14, akan diadakan di area Taman Duryu, Dalseo-gu, Daegu mulai tanggal 1 hingga tanggal 5 bulan depan. Ini adalah acara pertama yang diadakan sejak Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata terpilih sebagai 'Festival Global Pendahuluan 2026', dan mempromosikan festival global yang menggabungkan K-food dan K-culture dengan tema 'Ayam dan Bir 26 (Lepas Landas)'. Ada latar belakang sejarah yang membuat Daegu disebut sebagai 'kiblat ayam dan bir'. Setelah Perang Korea, industri unggas berkembang pesat di wilayah Daegu dan Gyeongbuk, dan berdasarkan hal ini, merek ayam domestik utama diciptakan satu demi satu. Seiring dengan meningkatnya suhu musim panas tertinggi di negara ini, budaya menikmati ayam dan bir dingin bersama-sama telah terbentuk. Setelah itu, dengan menggilanya bisbol profesional dan merebaknya Korean Wave, ayam dan bir menjadi makanan perwakilan Korea.
← Kembali