Perdana Menteri Irak akan mengunjungi Washington pada hari Senin; kesepakatan minyak dan gas diharapkan
⚡ ⚡ Ringkasan Cepat
Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi akan mengunjungi Washington pada hari Senin untuk memperdalam hubungan strategis dengan Amerika Serikat, dan kesepakatan minyak dan gas diperkirakan akan ditandatangani sebagai bagian dari dorongan yang lebih luas untuk kerja sama ekonomi, perdagangan dan investasi.
Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi akan mengunjungi Washington pada hari Senin untuk memperdalam hubungan strategis dengan Amerika Serikat, dan kesepakatan minyak dan gas diperkirakan akan ditandatangani sebagai bagian dari dorongan yang lebih luas untuk kerja sama ekonomi, perdagangan dan investasi.
Irak telah berusaha untuk menyeimbangkan hubungannya dengan negara tetangganya, Iran dan Amerika Serikat, seiring dengan berlanjutnya eskalasi militer antara kedua negara yang bersaing tersebut.
“Perjanjian yang akan ditandatangani akan mencakup beberapa nota kesepahaman di sektor minyak dan gas seiring persiapan Irak untuk mendatangkan berbagai perusahaan AS yang akan memberikan momentum untuk meningkatkan kapasitas produksi minyak,” kata juru bicara pemerintah Haider al-Aboudi.
Kantor berita Irak, mengutip al-Aboudi, mengatakan perjanjian minyak dan gas yang direncanakan juga akan berupaya menciptakan outlet ekspor alternatif untuk mengurangi paparan Irak terhadap gangguan di Selat Hormuz.
Irak, seperti produsen minyak Teluk lainnya, mengalami penurunan pendapatan minyak karena penutupan jalur pelayaran penting selama perang AS-Iran.
Al-Aboudi mengatakan penguatan angkatan bersenjata Irak juga akan menjadi salah satu isu yang dibahas di Washington.
Hubungan antara Irak dan AS terkadang tegang karena kehadiran pasukan AS di Irak, hubungan Baghdad dengan Iran, dan tekanan AS terhadap Irak untuk mengekang pengaruh kelompok bersenjata.
Namun, setelah dicalonkan sebagai perdana menteri pada bulan April, Ali al-Zaidi menerima ucapan selamat dari Presiden AS Donald Trump, yang mengatakan ia mengharapkan kerja sama yang lebih erat antara Baghdad dan Washington.
← Kembali