Pemerintah menciptakan kebijakan dan program untuk mempromosikan budaya tradisional
📖 Sumber artikel — 🇧🇷 PortugisMulai Jumat (22) ini, manifestasi budaya yang ditularkan melalui tradisi dan lisan akan mendapat jaringan perlindungan di seluruh tanah air. Kebijakan Nasional Kebudayaan Tradisional dan Populer mulai berlaku hari ini dengan tujuan untuk menghargai dan melestarikan ekspresi-ekspresi tersebut.
Official Gazette of the Union, mendefinisikan manifestasi ini sebagai ekspresi identitas sosiokultural, yang melibatkan pengetahuan, praktik, dan teknologi yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Di antara prinsip-prinsip yang ditetapkan adalah:
pengakuan atas nilai sosiokultural dari agen-agen ini;
jaminan hak budaya;
mendorong partisipasi sosial;
menghormati keragaman budaya;
memperkuat memori;
perlindungan pengetahuan tradisional;
mendorong kebijakan publik yang terpadu dan lintas sektoral.
Pedoman tersebut mencakup perluasan akses terhadap barang dan perlengkapan budaya, mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan kebijakan publik dan mendorong kesetaraan etnis-ras, gender, dan sosial ekonomi.
Berita terkait:
Hukum mengakui aktivitas sirkus sebagai ekspresi budaya populer.
Amazon Fund akan menghargai inisiatif dari masyarakat tradisional.
COP15: masyarakat tradisional meminta pengakuan atas pengetahuan leluhur.
>> Ikuti saluran Agência Brasil di WhatsApp
Guru
Untuk memetakan dan menilai pengetahuan budaya tradisional, Kementerian Kebudayaan membentuk Program Jaringan Nasional Magister Budaya Tradisional dan Populer.
Perayaan Populer
Ordonansi No. 281, yang juga diterbitkan dalam Berita Resmi Persatuan hari ini, mengakui festival tradisional di kota, negara bagian dan Distrik Federal, dalam promosi budaya berbasis komunitas dan ekonomi budaya di seluruh negeri.
Prinsip-prinsip program ini antara lain adalah apresiasi terhadap keragaman budaya, penghormatan terhadap tradisi daerah, partisipasi aktif masyarakat dalam penyelenggaraan perayaan dan promosi keberlanjutan, mendorong perekonomian lokal dan produksi budaya masyarakat.
Inisiatif ini juga bertujuan untuk mengatasi kesenjangan sosial dan mendorong inovasi, tanpa mendistorsi tradisi.
← Kembali