General manager tim Brasil menerima kehormatan di kampung halamannya di RS Suasana Piala Dunia sudah menguasai Taquari. Namun, di kota Vale do Taquari, ekspektasi terhadap kompetisi ini memiliki alasan khusus: salah satu orang yang bertanggung jawab di balik layar tim Brasil lahir di kota tersebut. Warga, pelajar dan anggota keluarga berpartisipasi dalam penghormatan kepada Cícero Souza, manajer umum tim Brasil saat ini, dari Taquari. Acara yang digelar pada Rabu sore (10) ini menghadirkan berbagai kegiatan seperti street painting dan trading card, serta momen pengakuan atas karir profesional yang ia bangun di dunia sepak bola. 📲 Akses saluran g1 RS di WhatsApp Cícero meninggalkan Taquari pada tahun 2006 untuk mengejar karir di bidang olahraga. Sejak itu, ia bermain untuk klub seperti Grêmio, Sport Recife, Criciúma, Bahia dan Palmeiras sebelum tiba di Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF). Selama lebih dari dua tahun di CBF, ia menjabat sebagai manajer umum tim putra, dari kategori U-15 hingga tim utama. Di antara tanggung jawab posisi tersebut adalah integrasi antara komite teknis, atlet, dan berbagai departemen dalam entitas. Menurut Cícero, pengalaman yang dikumpulkan sepanjang karirnya sangat penting baginya untuk mencapai posisi tersebut. “Saya yakin kedatangan kami di sini sangat didasari oleh 10 tahun kami di Palmeiras, dimana alhamdulillah 14 prestasi besar memberikan landasan yang kuat bagi lintasan profesional kami”, ujarnya. General manager tim Brasil, Cícero Souza, menerima penghargaan di kampung halamannya Flávio Andrade/Pengungkapan Membintangi Taquari Meski bekerja di belakang layar, pengakuan terhadap profesionalnya terlihat jelas pada acara penghormatan yang digelar di kampung halamannya. Ibunya, Teresinha Rosa de Souza, terharu saat membicarakan mobilisasi warga. “Ketika saya berbicara dengannya, saya berkata: ‘Anakku, betapa kamu dicintai di seluruh kota’. Saya sangat bangga dan saya sangat bersyukur,” ungkapnya. Ayahnya, Antonio de Souza, pun menyoroti dedikasi putranya sepanjang kariernya. “Ini adalah hasil dari fokus, dedikasi, dan perjuangannya yang tiada henti,” ujarnya. Bahkan dari kejauhan, usai persiapan tim Brasil jelang Piala Dunia, Cícero menerima ungkapan kasih sayang yang dikirimkan rekan senegaranya. “Saya sangat senang bahwa dalam komunitas saya dapat terjadi semua mobilisasi untuk Piala Dunia dan semua euforia dengan dimulainya kompetisi sepak bola terbesar di dunia,” katanya. Penghargaan tersebut juga mencakup partisipasi mahasiswa dari jaringan kota. Diantaranya adalah Alice da Costa Duarte dan Carolina Terezinha da Silva Pereira, keduanya berusia 10 tahun, yang menunjukkan kepercayaan diri terhadap performa tim. “Hexa akan datang”, Carolina menyimpulkan. Sementara penonton bertambah di jalanan Taquari, Cícero terus bekerja di belakang layar untuk memastikan tim Brasil memiliki struktur terbaik selama kompetisi. “Kami sangat yakin bisa menyelenggarakan Piala Dunia sebaik mungkin,” katanya. Cícero Souza saat presentasi di CBF, bersama presiden saat itu Ednaldo Rodrigues dan koordinator eksekutif Rodrigo Caetano Lesley Ribeiro/CBF General manager tim Brasil, Cícero Souza, menerima penghargaan di kampung halamannya Flávio Andrade/Pengungkapan VIDEO: Segala sesuatu tentang RS