Pengadilan AS mengatakan Trump menggugat IRS untuk tujuan yang tidak patut
Internasional14/07/2026Donga
👁 7
Bagikan:
⚡ ⚡ Ringkasan Cepat
Pengadilan federal secara luar biasa mengecam keras gugatan dan hasil penyelesaian yang diajukan oleh Presiden AS Donald Trump terhadap Internal Revenue Service, dengan mengatakan, “Dia berusaha memanipulasi sistem peradilan untuk mendapatkan keuntungan pribadi dari pemerintah.” Menurut New York Times (NYT) dan Wall Street Journal (WSJ) pada tanggal 13, Hakim Kathleen Williams dari Pengadilan Federal AS di Miami menyebut gugatan yang diajukan oleh Presiden Trump terhadap Internal Revenue Service pada bulan Januari tahun ini sebagai “tindakan yang tidak pantas untuk mengejar kepentingan pribadi,” dan menambahkan, “Keringanan pajak yang tidak biasa yang dia terima sebagai akibatnya tidak sah.” “Dilarang mengklaim bahwa itu adalah bagian dari perjanjian,” tegas putusan tersebut.
Pengadilan federal secara luar biasa mengecam keras gugatan dan hasil penyelesaian yang diajukan oleh Presiden AS Donald Trump terhadap Internal Revenue Service, dengan mengatakan, “Dia berusaha memanipulasi sistem peradilan untuk mendapatkan keuntungan pribadi dari pemerintah.” Menurut New York Times (NYT) dan Wall Street Journal (WSJ) pada tanggal 13, Hakim Kathleen Williams dari Pengadilan Federal AS di Miami menyebut gugatan yang diajukan oleh Presiden Trump terhadap Internal Revenue Service pada bulan Januari tahun ini sebagai “tindakan yang tidak pantas untuk mengejar kepentingan pribadi,” dan menambahkan, “Keringanan pajak yang tidak biasa yang dia terima sebagai akibatnya tidak sah.” “Dilarang mengklaim bahwa itu adalah bagian dari perjanjian,” tegas putusan tersebut. Dia juga memerintahkan Presiden Trump, Departemen Kehakiman, dan Internal Revenue Service untuk “tidak lagi menyerahkan atau mengutip isi perjanjian ini sebagai bukti dalam proses resmi apa pun, termasuk peradilan, administratif, atau peraturan.” Sebelumnya, Presiden Trump mendapat pukulan politik yang besar ketika dikabarkan tidak membayar pajak penghasilan selama beberapa tahun pada masa jabatan pertamanya. Sebagai tanggapan, Presiden Trump mengkritik Internal Revenue Service, dengan mengatakan, “Informasi pribadi bocor karena kegagalan Internal Revenue Service dalam mengelola keamanan, sehingga pemerintah harus mengambil tanggung jawab.”