Pemerintah Qatar pada hari Minggu mengumumkan kematian mantan pemimpin Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, yang memimpin negara itu dari tahun 1995 hingga 2013. “Dengan hati yang teguh dalam keyakinan pada ketetapan dan takdir Tuhan, Biro emir berduka atas kehilangan besar yang dialami bangsa mendiang – semoga Tuhan mengasihaninya – Yang Mulia Pastor Amir Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani,” bunyi pernyataan yang diterbitkan oleh kantor emir di media sosial. Mantan pemimpin tersebut dipandang sebagai salah satu arsitek utama Qatar modern dan memimpin negara tersebut dalam periode pertumbuhan ekonomi yang pesat. Sheikh Hamad mengambil alih kekuasaan pada bulan Juni 1995, menggulingkan ayahnya melalui kudeta tak berdarah saat ayahnya berada di luar negeri. Dia mewarisi sebuah emirat kecil yang sebagian besar termarginalkan dengan pundi-pundi hampir kosong dan mengubahnya menjadi pemain utama di kancah regional dan internasional. Selama masa jabatannya, lembaga penyiaran internasional Al Jazeera diluncurkan pada tahun 1996, menyusul keputusan yang dikeluarkan oleh emir. Pada bulan Juni 2013, Syekh Hamad mengejutkan banyak orang dengan secara sukarela turun tahta demi putranya, Syekh Tamim bin Hamad Al Thani, yang pertama dalam sejarah dunia Arab. Atas nama pemerintah dan rakyat Pakistan, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Ishaq Dar menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Al Thani, emir dan pemerintah serta rakyat Qatar. “Sangat sedih mengetahui meninggalnya Syekh Hamad bin Khalifa Al Thani,” tulisnya di X, menambahkan bahwa selama masa pemerintahannya, Syekh Hamad memainkan peran penting dalam pembangunan modern Qatar dan dalam memperkuat ikatan persahabatan dengan Pakistan. “Kepemimpinannya yang visioner dan kontribusinya terhadap perdamaian regional akan selalu dikenang,” katanya. Qatar adalah salah satu negara Arab terkecil dengan populasi sekitar tiga juta orang, yang sebagian besar adalah pekerja asing. Negara ini merupakan protektorat Inggris selama 55 tahun hingga tahun 1971. Negara ini telah diperintah oleh sebuah monarki, keluarga Al Thani, sejak pertengahan abad ke-19.