Siswa mengubah tantangan Amazon menjadi cerita yang terinspirasi oleh Agenda 2030
📖 Sumber artikel — 🇧🇷 PortugisInisiatif ini menantang peserta untuk merenungkan isu-isu terkait keberlanjutan.
Yayasan Jaringan Amazon
Kompetisi budaya Conta Um Conto edisi tahun 2026 mencapai tahap akhir, mengkonsolidasikan perannya sebagai alat penting untuk mendorong pelatihan membaca, menulis, dan kewarganegaraan bagi generasi muda di Wilayah Utara. Dilaksanakan oleh Fundação Rede Amazônica (FRAM), dengan dukungan dari Colégio Lato Sensu, proyek ini memobilisasi siswa berusia 11 hingga 17 tahun dari negara bagian Legal Amazon dengan tema “Kisah, Amazon, dan Agenda 2030”.
Lebih dari sekedar merangsang produksi sastra, inisiatif ini menantang para peserta untuk merefleksikan isu-isu yang berkaitan dengan keberlanjutan, pelestarian lingkungan, tanggung jawab sosial dan pembangunan berkelanjutan, dengan Amazon sebagai latar dan protagonis narasinya.
Setelah pendaftaran ditutup, naskah tersebut melalui proses evaluasi yang dilakukan oleh tim pendidik dan ahli. Kurator menganalisis kriteria seperti kesesuaian tema, kreativitas, orisinalitas, struktur narasi dan keselarasan dengan pedoman peraturan.
📲 Bergabunglah dengan saluran g1 AM di WhatsApp
Menurut Karoline Cunha, koordinator Segmen Sekolah Menengah di Colégio Lato Sensu, proses tersebut berlangsung dalam beberapa tahap untuk menjamin kualitas dan transparansi seleksi.
“Awalnya kami melakukan screening untuk mengecek apakah teks memenuhi syarat aturan. Setelah itu, cerita tersebut dilakukan analisis orisinalitas, termasuk pemeriksaan terkait plagiarisme dan penggunaan kecerdasan buatan. Baru setelah langkah tersebut teks dikirim untuk dinilai oleh profesor kurator,” jelasnya.
Selama pembacaan karya, para evaluator mengidentifikasi adanya keterlibatan yang kuat dari para peserta dengan tema yang diusulkan. Isu terkait pelestarian hutan, tantangan lingkungan hidup di kawasan, dan peran generasi baru hadir di sebagian besar narasi.
Bagi guru bahasa Portugis Gliceriana Maciel de Morais Araújo, pengalaman tersebut ditandai dengan kepekaan dan kreativitas para siswa.
“Teks-teks tersebut menunjukkan penelitian, refleksi dan banyak keterlibatan dengan tema-tema yang terkait dengan pelestarian Amazon. Saya tersentuh oleh kepekaan para peserta dan cara mereka menghubungkan realitas kawasan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Proyek-proyek seperti ini membantu membentuk warga negara yang lebih sadar dan berkomitmen terhadap masa depan”, tegasnya.
Guru Menulis di Colégio Lato Sensu, Ângela Cláudia Virgolino da Fonseca, yang bertugas mengoreksi esai, menyoroti kedewasaan siswa dalam membahas topik yang relevan dengan wilayah tersebut.
“Yang paling menarik perhatian adalah hadirnya topik-topik terkini di hampir semua redaksi, seperti keberlanjutan, penambangan liar, kekeringan dan banjir ekstrem, bioekonomi, dan pendidikan lingkungan hidup. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa sadar akan tantangan Amazon dan merefleksikan peran mereka dalam membangun masa depan yang lebih berkelanjutan”, ujarnya.
Profesor dan kurator Mirian Castro juga menyoroti kualitas produksi yang diterima.
“Kami melihat banyak kreativitas, teks yang dikonstruksi dengan baik dan refleksi yang sangat relevan. Proyek seperti ini memperluas akses terhadap sastra, budaya dan pendidikan, selain merangsang minat terhadap tema-tema yang berdampak langsung pada masa depan wilayah kita,” ujarnya.
Edisi tahun ini memperkuat usulan untuk mendekatkan sastra dan keberlanjutan, mendorong generasi muda untuk menggunakan tulisan sebagai alat refleksi dan transformasi sosial. Dengan menghubungkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dalam Agenda 2030 dengan realitas Amazon, kompetisi ini memperkuat protagonisme pemuda dan memperluas perdebatan mengenai tantangan dan potensi kawasan.
Pemenang edisi 2026 akan diumumkan Kamis (18) ini. Upacara penutupan dan penghargaan akan diadakan pada tanggal 1 Juli, pukul 14.00, mempertemukan siswa, keluarga, pendidik, dan mitra untuk merayakan bakat sastra edisi ini.
Tentang proyek tersebut
Conta Um Conto adalah inisiatif Fundação Rede Amazônica, dengan dukungan dari Colégio Lato Sensu, yang berupaya mendorong kebiasaan membaca, produksi teks, dan berpikir kritis di kalangan siswa Amazon. Pada tahun 2026, proyek ini memperkuat komitmennya terhadap pendidikan dan keberlanjutan dengan mendorong narasi yang terinspirasi oleh Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dalam Agenda 2030 dan tantangan kontemporer di kawasan Amazon.
Pendaftaran untuk inisiatif "Tell a Tale" diperpanjang
← Kembali