Perusahaan-perusahaan Tiongkok semakin banyak menggunakan alat AI seperti OpenClaw, yang menyebabkan PHK dan pengurangan perekrutan, meskipun ada upaya pemerintah untuk melindungi lapangan kerja. Para pekerja melaporkan AI menggantikan tugas-tugas rutin, sehingga menimbulkan kekhawatiran tentang redundansi. Dorongan Beijing terhadap pertumbuhan AI bertentangan dengan mandatnya untuk menjaga stabilitas sosial, dengan keputusan pengadilan yang menentang pemecatan yang disebabkan oleh AI.