Pemerintah menaikkan harga bensin sebesar Rs13,18, solar sebesar Rs13,80
⚡ ⚡ Ringkasan Cepat
Pemerintah menaikkan harga bensin sebesar Rs13,18 per liter dan harga solar kecepatan tinggi (HSD) sebesar Rs13,80 pada hari Jumat.
Pemerintah menaikkan harga bensin sebesar Rs13,18 per liter dan harga solar kecepatan tinggi (HSD) sebesar Rs13,80 pada hari Jumat.
Menyusul kenaikan tersebut, harga bensin berada di Rs310,71 per liter dan HSD di Rs323,30.
Siaran pers Divisi Perminyakan yang memberitahukan kenaikan tersebut mengatakan bahwa harga baru akan berlaku mulai 11 Juli.
Harga solar telah turun dari puncaknya sebesar Rs520,35 yang tercatat pada tanggal 3 April. Harganya mulai naik dari Rs281 per liter setelah pecahnya perang AS-Iran pada tanggal 28 Februari.
Harga bensin mencapai puncaknya pada Rs458,41 pada 3 April setelah memulai kenaikan dari Rs266 pada minggu pertama bulan Maret.
Bahan bakar minyak terutama digunakan untuk angkutan pribadi, kendaraan kecil, becak, dan kendaraan roda dua, dan perubahan harga bensin mempengaruhi kelas menengah dan menengah ke bawah.
Demikian pula, perubahan harga solar juga berdampak pada masyarakat luas, karena solar terutama digunakan di sektor transportasi berat, pembangkit listrik, dan generator besar.
Berdasarkan ketentuan IMF, pemerintah menggandakan pungutan dukungan iklim menjadi Rs5 per liter yang berlaku mulai 1 Juli, sekaligus mengurangi pungutan minyak bumi. Akibatnya, pungutan minyak bumi untuk solar saat ini mencapai sekitar Rs80 per liter.
Di sisi lain, pungutan bahan bakar minyak saat ini mencapai sekitar Rs70 per liter, selain pungutan dukungan iklim sebesar Rs5.
Pemerintah saat ini membebankan biaya sekitar Rs101 per liter untuk solar berkecepatan tinggi (HSD) dalam bentuk bea masuk sebesar Rs16 per liter, di samping retribusi minyak bumi dan retribusi dukungan iklim, serta margin pemerataan angkutan darat.
Sementara itu, total pajak atas bahan bakar berjumlah Rs95 per liter, termasuk bea masuk sebesar Rs20 per liter di samping retribusi minyak bumi dan retribusi iklim.
Pemerintah juga membebankan sekitar Rs21 per liter untuk retribusi minyak bumi untuk minyak tanah dan sekitar Rs16 per liter untuk minyak solar ringan.
Bensin dan solar berkecepatan tinggi (HSD) merupakan penghasil pendapatan terbesar, dengan penjualan bulanan sekitar 700.000 hingga 800.000 ton, dibandingkan dengan permintaan minyak tanah bulanan yang hanya 10.000 ton.
← Kembali