Rio menangguhkan penerapan vaksin demam berdarah Butantan setelah mendapat rekomendasi dari Kementerian Kesehatan
📖 Sumber artikel — 🇧🇷 PortugisPakar tegaskan pentingnya vaksin demam berdarah: 'tidak perlu dipertanyakan lagi'
Departemen Kesehatan Kota Rio de Janeiro menangguhkan penggunaan vaksin demam berdarah yang diproduksi oleh Butantan Institute. Langkah tersebut diambil menyusul rekomendasi dari Kementerian Kesehatan, yang sedang menyelidiki dua kematian mencurigakan dari pasien yang divaksinasi di wilayah lain di negara tersebut.
Menurut pemerintah federal, para korban menunjukkan reaksi setelah menerima vaksin. Tujuan dari penyelidikan ini adalah untuk mengklarifikasi apakah ada hubungan antara kematian dan vaksinasi.
Vaksin Butantan telah tersedia di kota Rio sejak Februari tahun ini, khusus untuk para profesional kesehatan. Menurut balai kota, 7.002 dosis telah diberikan, dan tidak ada efek samping serius yang tercatat di kota tersebut.
Departemen Kesehatan Kota menekankan bahwa penangguhan ini dilakukan sebagai tindakan pencegahan dan mengikuti arahan dari Kementerian Kesehatan sementara penyelidikan selesai.
Rekomendasi pemerintah federal hanya mengacu pada vaksin yang diproduksi oleh Butantan Institute. Vaksin demam berdarah yang diproduksi laboratorium Takeda, tersedia sejak tahun 2024 di jaringan publik untuk remaja berusia 10 hingga 14 tahun, tidak mengalami pembatasan apa pun.
Menurut balai kota, penerapan vaksin Takeda tetap berjalan normal untuk target audiens yang ditentukan.
← Kembali