Ketika dua kapal Korea tambahan terdampar di Selat Hormuz melarikan diri akibat perang Timur Tengah antara Amerika Serikat dan Iran, jumlah kapal Korea yang tersisa di selat tersebut berkurang menjadi tiga pada tanggal 28. Mengingat terdapat 26 kapal Korea yang menunggu di selat tersebut pada saat blokade selat bulan Maret, maka sebagian besar kapal tersebut lolos dari selat tersebut. Terdapat 43 pelaut Korea di selat tersebut, termasuk 13 pelaut Korea dan 30 pelaut asing. Pada hari ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan mengumumkan, “Saat ini, semua kapal yang dioperasikan oleh perusahaan pelayaran kami yang dijadwalkan transit telah meninggalkan selat.” Semua kapal Korea, kecuali kapal dengan keadaan khusus, meninggalkan selat tersebut. Sudah empat bulan kami terdampar di selat akibat perang di Timur Tengah. Sementara kapal-kapal dari seluruh dunia terus keluar dari Selat Hormuz setelah AS dan Iran menyepakati nota kesepahaman (MOU) pada tanggal 17, kapal Korea dinilai bisa lolos dari selat tersebut dengan relatif cepat. Menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan, salah satu kapal yang tersisa di selat itu diserang awal bulan lalu dan saat ini berada di Dubai.