Puncak risiko penularan virus Nipah di negara bagian ini terjadi pada bulan April hingga September, ketika banyaknya pohon musiman yang menghasilkan buah-buahan, meningkatnya aktivitas kelelawar mencari makan, musim berkembang biak kelelawar, dan dinamika penyebaran virus terjadi secara bersamaan, sehingga meningkatkan risiko penularan pada manusia. Pola ini tidak berubah di Kerala sejak wabah pertama kali terjadi.