Pria yang mengaku melakukan pembunuhan setelah dikritik karena gaya rocknya mengirim pesan kepada temannya mengatakan dia ingin merasa takut: ‘Dia pantas mendapatkannya’
📖 Sumber artikel — 🇧🇷 PortugisTersangka mengatakan dia membunuh seorang pria setelah berdebat tentang gaya pakaian
Tersangka penikaman pria berusia 43 tahun di Goiânia, yang mengkritik gayanya, bahkan mengirimkan pesan kepada temannya yang mengatakan bahwa dia hanya ingin menakut-nakuti korban dan bahwa korban "pantas mendapatkannya". Percakapan tersebut terjadi melalui aplikasi perpesanan dan isinya dirilis oleh Polisi Militer.
Karena nama orang yang diselidiki tidak diungkapkan, g1 tidak dapat menemukan pembelaannya.
✅ Klik dan ikuti saluran g1 GO di WhatsApp
Aksi kejahatan itu terjadi pada Sabtu (6) dini hari, di Sektor Bandara. Dalam pesan tersebut, tersangka juga menyatakan bahwa dirinya tidak merencanakan kejahatan tersebut dan akan memindahkan jenazah korban jika itu yang menjadi tujuannya. Pria tersebut juga menegaskan bahwa dia tersinggung dengan penolakan korban dan tidak menerima apa yang disebutnya sebagai “penghinaan”. "Apa yang dia lakukan padaku hanya aku yang tahu," tulisnya (lihat di bawah).
Tersangka penikaman hingga tewas mengirim pesan ke temannya di Goiás
Pengungkapan/Polisi Militer
Menurut Polisi Sipil, dia memilih untuk tetap diam selama memberikan kesaksian dan ditangkap dalam aksinya. Kasus ini terus diselidiki.
BACA JUGA:
MEMAHAMI: Seorang pria mengaku melakukan pembunuhan setelah dikritik karena menjadi seorang rocker dan mengenakan sepatu tempur: ‘Sebuah tantangan yang tidak saya terima’
Pengacara yang dituduh membunuh mantan ayah mertuanya dan ibunya dengan cara diracun dihukum karena menguntit mantan pacarnya
Pemuda ditembak mati di kepala pada hari Cavalhada sebelum putranya lahir, kata keluarga
Hingga update terakhir laporan ini, g1 belum bisa memastikan apakah dirinya masih dipenjara.
Pahami kasusnya
Setelah ditangkap oleh PM, pria berusia 30 tahun tersebut mengatakan kepada militer bahwa kejahatan tersebut dilatarbelakangi oleh fakta bahwa korban telah mengkritiknya beberapa hari sebelumnya karena gaya rockernya, karena ia mengenakan sepatu bot tempur dan pakaian hitam.
"Saya bertemu dengannya hari itu. Dan hal itu [memicu] kurangnya kesabaran saya," katanya.
Pada tanggal kejahatan terjadi, dia mengatakan kepada polisi bahwa dia sedang minum-minum dan, masih menyimpan dendam atas perkataannya, dia pergi ke tempat korban berada dan melakukan kejahatan tersebut.
Polisi menjelaskan, pria tersebut mengalami beberapa luka tusuk. Dia diselamatkan hidup-hidup, tetapi dia menyerah pada luka-lukanya dan meninggal.
Sekarang di g1
📱 Lihat berita lain dari wilayah ini di g1 Goiás.
VIDEO: berita terbaru dari Goiás
← Kembali