Pria yang menggigit dan menelan sebagian bibir pacarnya di Juiz de Fora divonis lebih dari 15 tahun penjara
📖 Sumber artikel — 🇧🇷 PortugisWanita yang sebagian bibirnya dirobek oleh pasangannya
Pria yang dituduh menggigit, merobek, dan menelan sebagian bibir pacarnya di Juiz de Fora divonis 15 tahun 8 bulan penjara. Karena kasus ini melibatkan kekerasan dalam rumah tangga dan keluarga, prosesnya diproses secara rahasia untuk menjaga identitas dan privasi korban.
Kejahatan itu terjadi pada November tahun lalu. Pada saat itu, korban melaporkan bahwa selain bibirnya robek, ia juga diserang dengan pukulan dan tendangan, dan ditahan di penjara pribadi oleh penyerang. Pada bulan Desember, dia telah didakwa oleh Polisi Sipil.
✅ Klik di sini untuk mengikuti saluran g1 Zona da Mata di WhatsApp
Pria tersebut diadili dan dihukum atas kejahatan cedera tubuh serius dan pemenjaraan palsu. Namun pengadilan membebaskannya dari dakwaan kekerasan psikologis.
Pengacara yang mewakili perempuan tersebut menyatakan bahwa mereka bermaksud untuk mengajukan banding atas keputusan untuk meminta hukuman atas ketiga kejahatan yang disebutkan di atas, jika Kejaksaan (MP) tidak mengajukan banding.
Karena kasus ini melibatkan kekerasan dalam rumah tangga dan keluarga, prosesnya diproses secara rahasia untuk menjaga identitas dan privasi korban.
Berikut adalah blok "Ingat kasusnya" yang diformat persis dalam standar yang digunakan G1 untuk mengontekstualisasikan laporan perkembangan kriminal:
Ingat kasusnya
Kejahatan itu terjadi pada November 2025, di Juiz de Fora. Berdasarkan laporan korban saat itu, hubungan dengan pelaku diwarnai kekerasan.
Pada hari kejadian, selain menderita serangan fisik yang parah berupa pukulan dan tendangan, sebagian bibir wanita tersebut juga digigit oleh pacarnya, yang kemudian menelan potongan tulang rawan tersebut.
Setelah tindakan mutilasi diri dilakukan pada pasangannya, pria tersebut menguncinya di dalam properti, mengurungnya di penjara pribadi untuk mencegahnya mencari bantuan medis atau melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.
Pada bulan Desember tahun yang sama, setelah dilakukan penyelidikan oleh Polisi Sipil, penyerang secara resmi didakwa atas kejahatan penyiksaan dan pemenjaraan palsu.
Laporkan
Delegasi ini menekankan pentingnya pelaporan untuk melindungi korban dan meminta pertanggungjawaban pelaku. Kasus dapat didaftarkan secara langsung di unit kepolisian, dengan menelepon 190, 197, 180 dan 181, atau melalui Kantor Polisi Virtual.
BACA JUGA:
Wanita ditikam sampai mati di Juiz de Fora; suami ditangkap karena dicurigai melakukan kejahatan
Pria membunuh mantannya dan melukai pacarnya di Muriaé
VIDEO: lihat segala sesuatu tentang Zona da Mata dan Campos das Vertentes
← Kembali