Tersangka penyerangan mantan rekannya dan melarikan diri bersama putranya yang berusia dua tahun ditangkap di pedalaman SP
📖 Sumber artikel — 🇧🇷 PortugisPria ditangkap di Teodoro Sampaio
Polisi Militer/Pengungkapan
Seorang pria ditangkap, diduga menyerang mantan pasangannya dan melarikan diri bersama putranya yang berusia dua tahun di Teodoro Sampaio (SP), Minggu dini hari (7).
Menurut Polisi Militer, tim dipanggil setelah korban melaporkan dirinya mendapat pukulan dan pukulan dari tersangka yang menggunakan helm.
📲 Bergabunglah dengan saluran g1 Presidente Prudente e Região di WhatsApp
Selama penyerangan, seorang kerabat mencoba campur tangan dan juga diserang. Usai melakukan aksinya, tersangka meninggalkan lokasi kejadian bersama sang anak dengan mengendarai sepeda motor, tanpa menggunakan alat pengaman untuk anak tersebut.
Polisi melaporkan para korban telah dibawa untuk mendapatkan perawatan medis. Salah satu korban mengalami patah hidung dan satu lagi harus dirawat di rumah sakit untuk dipindahkan ke unit lain. Status kesehatan terkini mereka tidak dilaporkan.
Tersangka ditemukan saat tim patroli. Dia mencoba melarikan diri, tetapi ditangkap. Anak itu diselamatkan oleh polisi.
Pria tersebut berhasil ditangkap dan dibawa ke kantor polisi, sedangkan sepeda motornya tetap disita. Kasus tersebut terdaftar sebagai kekerasan dalam rumah tangga, penganiayaan fisik, ancaman dan menempatkan anak dalam risiko.
Kekerasan terhadap perempuan: bagaimana cara meminta bantuan
Kekerasan dalam rumah tangga di Venceslau
Kasus kekerasan dalam rumah tangga kembali tercatat di wilayah tersebut beberapa jam sebelumnya, setelah Polisi Militer dipanggil di Presidente Venceslau (SP), pada Sabtu malam (6).
Tim dipanggil dan, saat melakukan kontak dengan korban, wanita tersebut melaporkan bahwa wajahnya telah dipukul oleh pasangannya setelah bertengkar.
Menurut polisi, wanita tersebut terlihat mengalami luka di wajah dan mulutnya. Berdasarkan fakta yang ada, penyerang dibawa ke Kantor Polisi, di mana dia tetap ditahan.
Lihat berita lainnya di g1 Presidente Prudente dan Wilayah
VIDEO: tonton laporan TV TEM
← Kembali