Apakah undang-undang perkosaan dalam perkawinan melindungi laki-laki dari tuntutan seks yang tidak wajar?
⚡ ⚡ Ringkasan Cepat
Mahkamah Agung akan memeriksa apakah suami dapat menghadapi tuntutan atas tindakan seksual yang menyebabkan kerugian.
Mahkamah Agung akan memeriksa apakah suami dapat menghadapi tuntutan atas tindakan seksual yang menyebabkan kerugian. Pertanyaan ini muncul meskipun ada pengecualian terhadap perkosaan dalam perkawinan berdasarkan undang-undang pidana. Pengadilan akan memulai sidang terakhir atas permohonan yang tertunda ini mulai tanggal 9 September. Persoalan utamanya adalah apakah pengadilan dapat menciptakan pelanggaran baru dengan menghapuskan pengecualian. Pusat ini menentang kriminalisasi perkosaan dalam rumah tangga, dan menyebut pernikahan sebagai sebuah hubungan yang unik.
← Kembali