CEO IBM Arvind Krishna mencatat kekhawatiran AI yang canggih menyebabkan perusahaan menghentikan sementara kesepakatan teknologi. Dunia usaha kini memikirkan kembali prioritas pengeluaran keamanan siber seiring dengan berkembangnya AI dengan pesat. Hasil awal kuartal kedua IBM meleset dari ekspektasi Wall Street, menyebabkan saham jatuh. Namun, saham-saham keamanan siber melonjak karena investor mengantisipasi peningkatan pengeluaran untuk perlindungan. Krishna mengakui IBM tidak cukup cepat beradaptasi dengan perubahan pasar.