Tidak semua orang mengalami cuaca panas dengan cara yang sama, dan penelitian menunjukkan agresi, kekerasan, dan kemarahan di jalan meningkat pada hari-hari yang panas Baru-baru ini, saya dan suami memulai tugas musim semi yang menyenangkan: berjalan-jalan ke pasar petani setempat. Namun gelombang panas yang lewat membuat cuaca di luar menjadi sangat panas. Aku memotongnya di trotoar dan dia membentakku, jadi aku membentaknya karena membentakku. Kami menghabiskan sisa perjalanan dalam keheningan yang penuh keringat dan berbatu. Ketika kami hampir sampai di rumah, dia berkata dengan sedih, "Maaf! Cuacanya panas sekali." Kekesalan kami bukan sekadar kelemahan jiwa. “Panas tidak hanya memengaruhi tubuh Anda,” kata Dr Susan Albers, psikolog klinis di Klinik Cleveland. “Itu juga mempengaruhi suasana hatimu.” Lanjutkan membaca...