Setelah SMA Gwangju Jeil, Grup 18 Mei juga menerimanya... Memohon keringanan hukuman atas "kesempatan untuk berpartisipasi dalam Pertempuran Phoenix"
⚡ ⚡ Ringkasan Cepat
Proses permintaan maaf dan rekonsiliasi SMA Gwangju Jeil menganggap “Semangat 18 Mei adalah inklusif, bukan pengecualian.” Siswa dari tim bisbol SMA Baejae, kepala sekolah, dosen, dan orang tua, serta siswa dari SMA Gwangju Jeil, yang memicu kontroversi karena meneriakkan slogan-slogan yang mengejek Gerakan Demokratisasi 18 Mei di kejuaraan bisbol sekolah menengah, mengunjungi Pemakaman Nasional Demokrasi 18 Mei, tempat para korban Gerakan Demokratisasi 18 Mei di Gwangju, Jeollanam-do dimakamkan pada tanggal 6.