Aparat keamanan menggagalkan upaya meledakkan sekolah khusus perempuan, jembatan di Bannu, KP
⚡ ⚡ Ringkasan Cepat
BANNU: Dua upaya terpisah yang dilakukan teroris untuk menghancurkan infrastruktur sipil di distrik Bannu Khyber Pakhtunkhwa digagalkan pada hari Kamis.
BANNU: Dua upaya terpisah yang dilakukan teroris untuk menghancurkan infrastruktur sipil di distrik Bannu Khyber Pakhtunkhwa digagalkan pada hari Kamis.
Para teroris menargetkan sekolah perempuan milik pemerintah dan sebuah jembatan di distrik tersebut. Menurut sumber setempat, bahan peledak yang ditanam di sekolah tersebut merusak sebagian bangunan.
Pasukan keamanan segera merespons dan mencegah terjadinya insiden besar.
Teroris juga menanam bahan peledak di bawah jembatan dalam upaya menghancurkannya dan mengganggu pergerakan di daerah tersebut. Menurut petugas, satu tong berisi bahan peledak ditempatkan di bawah jembatan.
Setelah menerima informasi tentang perangkat tersebut, pasukan keamanan mencapai lokasi, dan unit penjinak bom berhasil menjinakkannya.
Pasukan keamanan mengatakan sekitar 50 kg bahan peledak telah ditanam di bawah jembatan.
Mereka menambahkan bahwa penyelidikan terhadap kedua insiden tersebut telah diluncurkan, sementara lembaga penegak hukum telah mengintensifkan operasi pencarian dan upaya berbasis intelijen di wilayah tersebut untuk menangkap mereka yang terlibat.
Distrik Bannu berulang kali menjadi lokasi terjadinya insiden keamanan dalam beberapa bulan terakhir, baik warga sipil maupun pasukan keamanan setempat diserang di tengah meningkatnya kekerasan militan.
Bulan lalu, tujuh orang tewas dan tiga lainnya terluka dalam dua ledakan di Marka Bera, daerah pegunungan semi-suku di sub-divisi Wazir Bannu.
Dalam insiden lain di bulan Juni, militan berusaha menghancurkan Jembatan Teri Ram di Jalan Miryan dengan bahan peledak. Sumber lokal mengatakan ledakan itu menyebabkan kerusakan sebagian pada jembatan dan juga berdampak pada bangunan masjid di dekatnya. Namun, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Pada tanggal 23 Mei, setidaknya dua personel polisi dan banyak warga sipil menjadi martir, sementara 25 teroris tewas dalam bentrokan sengit antara penegak hukum, komite perdamaian, dan militan.
Pada tanggal 9 Mei, setidaknya 15 personel polisi menjadi martir setelah serangan bunuh diri di pos polisi Fateh Khel di Bannu.
Kekerasan di Bannu termasuk serangan terhadap polisi dan anggota jirga, yang memicu operasi yang ditargetkan oleh polisi dan pasukan keamanan.
← Kembali