Namun, ironi yang paling menonjol terletak pada kenyataan bahwa Suriah sendiri, di bawah kepemimpinan Presiden sementara Ahmed al-Sharaa, tampaknya tidak berada dalam posisi untuk memulai petualangan seperti itu, karena alasan-alasan yang berkaitan dengan kemampuan militer di satu sisi, dan perhitungan internal dan regional di sisi lain.