Masalah visa, tinggal di luar Amerika dan pemotongan tiket untuk fans: kesulitan yang dihadapi tim Iran di Piala Dunia
📖 Sumber artikel — 🇧🇷 PortugisDelegasi Iran kesulitan meninggalkan AS setelah debut Piala Dunia
Beberapa hari setelah dimulainya Piala Dunia, tim sepak bola Iran menghadapi serangkaian kesulitan saat berkompetisi di turnamen di Amerika Serikat.
✅ Ikuti saluran berita internasional g1 di WhatsApp
Di antara kendala utama yang dihadapi Iran adalah masalah visa delegasi, pencabutan tiket penggemar, dan logistik yang rumit sebelum dan sesudah setiap pertandingan.
Realitas tersebut muncul dari politisasi kehadiran Iran di turnamen tersebut akibat perang antara AS dan Iran. Konflik tersebut menyebabkan perjanjian damai ditandatangani antara kedua negara pada awal minggu, namun ketegangan masih terjadi.
Masuk dan keluar AS pada setiap pertandingan
Perjuangan tim Iran menjadi lebih nyata dengan debut mereka di Piala Dunia, dengan hasil imbang 2-2 melawan Selandia Baru di Los Angeles. Tim harus meninggalkan AS pada dini hari Senin (15), beberapa jam setelah keberangkatan, sesuai perintah pemerintahan Trump — namun menghadapi kesulitan karena masalah visa bagi beberapa anggota delegasi.
Perlakuan berbeda yang diberikan kepada Iran menimbulkan kemarahan dari pelatih Amir Ghalenoei langsung kepada presiden FIFA, Gianni Infantino, selama kunjungan langka direktur ke ruang ganti tim setelah pertandingan. Ghalenoei mengatakan tim tersebut menderita “ketidakadilan” dan “kurangnya rasa kemanusiaan” dari negara tuan rumah.
"Kami adalah tim yang paling banyak diserang di Piala Dunia, karena kondisi dan dampak yang mereka ciptakan terhadap kami, dan itu adalah sebuah ketidakadilan. (...) Kami tidak tahu mengapa mereka mengirim kami kembali [ke Meksiko], kami perlu memulihkan diri setelah pertandingan, namun mereka memaksa kami untuk naik pesawat dan kembali," kata Ghalenoei.
Para pemain Iran menerima visa untuk berkompetisi di Piala Dunia hanya seminggu sebelum turnamen dimulai, dan delegasi hanya dapat memasuki AS 36 jam sebelum setiap pertandingan dan harus meninggalkan negara itu segera setelah setiap pertandingan. Tim ini awalnya bermarkas di Tucson, Arizona, tetapi harus memindahkan basisnya ke Tijuana, Meksiko.
Protes di jalan, dukungan di stadion dan frustrasi di lapangan: Lihat bagaimana debut Iran di Piala Dunia
Lihat TABEL Piala Dunia yang diperbarui
Presiden FIFA pergi ke ruang ganti Iran, dan pelatih berkata: "Kami mengalami ketidakadilan"
Penggemar Iran dilarang tiketnya
Fans di Bandara Internasional Tijuana, Meksiko, menyambut tim nasional Iran setibanya di Piala Dunia, pada 7 Juni 2026
Victor Medina/Reuters
Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) melaporkan bahwa kuota tiket kompetisi tersebut ditarik oleh AS hanya dua hari sebelum dimulainya Piala Dunia, pada 9 Juni. Seperti 47 peserta turnamen lainnya, Iran berhak mendapatkan 8% bagian tiket pertandingan mereka untuk dibagikan kepada para penggemarnya.
Keputusan tersebut mengasingkan federasi Iran dari sayap kanan ini, dan membuat fans yang telah membuat rencana perjalanan tidak dapat menghadiri pertandingan tim nasional Iran.
“Ini terlepas dari kenyataan bahwa banyak penggemar Iran, yang mempercayai proses yang diumumkan secara resmi, telah membuat rencana yang diperlukan untuk menghadiri pertandingan tersebut,” kata FFIRI dalam sebuah pernyataan.
Akibatnya, kehadiran suporter Iran di pertandingan tersebut hanya terbatas pada suporter yang sudah berada di AS. Negara Amerika Utara ini adalah rumah bagi komunitas Iran terbesar di luar Iran, dengan sekitar 630.000 orang.
Pemerintahan Donald Trump telah melarang warga Iran memasuki AS selama Piala Dunia. Begitu pula dengan warga Haiti yang juga berkompetisi di turnamen sepak bola.
Kontroversi di pemutaran perdana
Kapten timnas Iran, Mehdi Taremi.
Reuters/Kiyoshi Mio
Debut tim Iran di Piala Dunia juga diwarnai kontroversi lain:
Fans melaporkan bahwa bendera mereka disita di dalam stadion;
Warga Iran melancarkan protes terhadap rezim ayatollah di luar tempat pertandingan. Lagu kebangsaan Iran dicemooh oleh publik ketika dimainkan sebelum pertandingan;
Sehari sebelum pertandingan, kapten Mehdi Taremi memprotes wartawan yang hadir dalam konferensi pers karena tidak menerima pertanyaan apapun tentang sepak bola, hanya tentang geopolitik.
BACA JUGA:
Bisakah AS dan Iran saling berhadapan di Piala Dunia? Lihat peluang konfrontasi
Pemain Iran memakai bros yang mengacu pada mereka yang tewas dalam serangan AS di sekolah; FOTO
← Kembali