Inisiatif ini bertujuan untuk membahas inovasi, ilmu pengetahuan dan peluang bisnis berdasarkan keanekaragaman hayati Amazon Rodrigo Duarte Amazon akan menjadi pusat perdebatan mengenai ilmu pengetahuan, inovasi dan akses terhadap pasar dalam webinar “Amazon Bioinnovation: Science, Market and Global Opportunities for R&D”, yang berlangsung Rabu (17) ini secara virtual. Salah satu hal yang menarik dari program ini adalah partisipasi antropolog Eduardo S. Brondizio, salah satu pemenang Tyler Prize for Environmental Achievement 2025, yang secara internasional dianggap sebagai “Nobel Lingkungan Hidup”. Dipromosikan oleh Institut Konservasi dan Pembangunan Berkelanjutan Amazon (Idesam), acara ini mempertemukan para ahli, peneliti dan perwakilan dari sektor bisnis untuk membahas potensi bioekonomi Amazon sebagai vektor pembangunan berkelanjutan, inovasi dan penciptaan peluang bagi wilayah tersebut. Acara ini akan diadakan mulai pukul 10.00 hingga 12.00 (waktu Brasília), disiarkan melalui platform Zoom dan saluran YouTube Idesam (@idesamico). Partisipasinya gratis dan akan mendapatkan terjemahan simultan ke dalam bahasa Portugis dan Inggris. Pendaftaran dapat dilakukan hingga hari acara menggunakan link yang disediakan oleh Idesam. 📲 Bergabunglah dengan saluran g1 AM di WhatsApp Sekarang di g1 Brondizio adalah profesor di Indiana University, Amerika Serikat, dan telah melakukan penelitian bersama komunitas Amazon mengenai transformasi sosial-lingkungan dan tata kelola wilayah selama lebih dari empat dekade. Peneliti juga merupakan salah satu ketua Laporan Global Platform Antarpemerintah tentang Keanekaragaman Hayati dan Jasa Ekosistem (IPBES), sebuah dokumen yang berkontribusi pada perumusan tujuan Konvensi PBB tentang Keanekaragaman Hayati. Bioekonomi Amazon disorot Inisiatif ini akan menghadirkan bioekonomi Amazon sebagai garis depan strategis untuk penelitian terapan, inovasi berbasis sains, dan pengembangan produk baru di sektor makanan, kosmetik, dan material baru. Selain Eduardo Brondizio, program ini juga akan menampilkan partisipasi Romulo Zamberlan, direktur Advanced Research di Natura, yang akan berbagi pengalaman tentang operasi bisnis dan peluang inovasi di Amazon. Topik yang dibahas dalam pertemuan tersebut menyatu pada panggilan internasional yang dikoordinasikan oleh Idesam, melalui Zoma, Amazon Bioinnovation Challenge, yang dibuka pendaftarannya hingga 30 Juni. Hubungan antara ilmu pengetahuan, pasar dan hutan Menurut Paulo Simonetti, Manajer Inovasi di Idesam dan mediator webinar, pertemuan tersebut bertujuan untuk menyatukan berbagai aktor mengenai potensi transformatif sosio-bioekonomi Amazon. "Amazon menyatukan beberapa tantangan dan peluang terbesar bagi inovasi berdasarkan keanekaragaman hayati. Webinar ini dirancang khusus untuk menghubungkan para peneliti, perusahaan, dan pakar dari berbagai belahan dunia dengan inisiatif yang sudah dibangun di kawasan ini. Kami ingin menunjukkan bahwa menghasilkan pengetahuan, mengembangkan teknologi, dan menciptakan solusi dengan dampak positif bagi masyarakat, wilayah, dan hutan adalah hal yang mungkin dilakukan", sorot Simonetti. Webinar ini terbuka untuk masyarakat umum, namun memiliki fokus khusus pada para profesional yang bekerja di bidang penelitian dan pengembangan, inovasi, pengembangan produk, bisnis baru, makanan, kosmetik, biomaterial, bahan-bahan alami, bioteknologi, kimia ramah lingkungan, ilmu material, dan rantai global yang terkait dengan keanekaragaman hayati. Webinar ini dipromosikan oleh Institut Konservasi dan Pembangunan Berkelanjutan Amazon (Idesam), melalui Zoma, dan mendapat dukungan dari Fundação Rede Amazônica.