Penolakan Pemerintah Israel untuk menarik pasukannya dan menghentikan serangan terhadap Hizbullah mengancam menjadikan front Lebanon sebagai hambatan utama bagi konsolidasi perdamaian di Timur Tengah setelah perang yang dilancarkan Februari lalu antara negara tersebut dan Amerika Serikat melawan Teheran. Sebuah nota kesepahaman, langkah pertama menuju perjanjian komprehensif, yang dijadwalkan akan ditandatangani secara resmi pada hari Jumat, 19 Juni, di Swiss, telah dinegosiasikan antara Pemerintahan Donald Trump dan Republik Islam, namun ketidakhadiran Israel dalam perundingan tersebut menimbulkan pertanyaan penting: apakah ini hanya gencatan senjata sementara atau akankah menjadi perjanjian komprehensif? Apakah perjanjian yang lengkap mungkin terjadi tanpa Israel? Kami menganalisisnya.