Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kerangka kesepahaman, yang belum disampaikan secara resmi. Namun, salah satu poin penting bagi Teheran adalah pembekuan asetnya. 'Wall Street Journal' menerbitkan negara-negara yang dananya menunggu. Republik Islam memperkirakan jumlahnya mencapai 100 miliar dolar, sebagian besar berada di Tiongkok, mitra minyak utamanya. Diikuti oleh India, Irak, Qatar, dan lainnya. Partai Republik di Kongres AS menuntut rincian lebih lanjut mengenai perjanjian tersebut dan berharap perjanjian tersebut tidak serupa dengan apa yang dilakukan Presiden Barack Obama pada tahun 2015, yang sangat dikritik oleh presiden saat ini, Donald Trump.