Episode tersebut terjadi di sebuah unit di jalur 100 di Lanús, dan direkam dalam sebuah video yang menjadi viral di jejaring sosial. Ibu anak di bawah umur tersebut meyakinkan bahwa penggunaan ponsel yang dilengkapi suara adalah alat untuk menghindari krisis emosional, dan mengecam perlakuan diskriminatif.