CineAlter mengakhiri edisi bersejarah dengan penghargaan dan rekor partisipasi, di Santarém, Pará
📖 Sumber artikel — 🇧🇷 PortugisEdisi ke-5 diakhiri dengan penghargaan untuk film-film unggulan sinema Amerika Latin
Foto: Gabriel Lobato
Sinema yang diproduksi di Amazon sekali lagi menjadi pusat perdebatan budaya Amerika Latin dengan ditutupnya Festival Film Amerika Latin (CineAlter) Alter do Chão edisi ke-5, yang diadakan antara tanggal 12 dan 14 Juni, di Santarém, di sebelah barat Pará. Dengan rekor jumlah pendaftaran, ruangan yang sibuk, dan banyaknya pembuat film, pelajar, peneliti, dan komunitas tradisional, festival ini telah memantapkan dirinya sebagai salah satu pertunjukan utama audiovisual Amazon dan memberikan penghargaan pada produksi yang membahas topik-topik seperti identitas, ingatan, iklim, keturunan dan perlawanan masyarakat hutan.
Upacara penutupan yang berlangsung pada Minggu (14) ini menghadirkan pameran, debat, dan pemberian hadiah kepada karya-karya yang paling menonjol dalam program tersebut. Pemenang terbesar dari pertunjukan tersebut adalah film fitur "O Refúgio", yang disutradarai oleh Rafael Duarte, yang memenangkan piala untuk Film Fitur Terbaik dan Penyutradaraan Film Fitur Terbaik. Film dokumenter ini menggambarkan aspek sejarah kehadiran kulit hitam di wilayah Cachoeira Porteira, di Pará.
Di antara film pendek tersebut, yang paling menonjol adalah "ECOCIDIO", produksi bersama antara Argentina dan Peru yang disutradarai oleh Aldana Loiseau. Karya tersebut memenangkan Film Pendek Terbaik karena mengatasi dampak krisis iklim dan kesenjangan yang dihadapi oleh kelompok rentan dalam menghadapi perubahan lingkungan.
Produksi Amazon juga mendapat tempat menonjol dalam penghargaan tersebut. Penghargaan Film Tapajós dianugerahkan kepada film pendek "Fé que Move Rios", yang disutradarai oleh Viviane Borari, yang menggambarkan mobilisasi generasi muda yang berbeda keyakinan dalam mempertahankan perairan dan hutan Tapajós.
Sekarang di g1
Mewakili tim film, Sofia Amazonas menyoroti pentingnya pengakuan bagi sutradara baru di wilayah tersebut.
“Penghargaan ini mengapresiasi upaya berkomunikasi secara bertanggung jawab, memberikan visibilitas terhadap realitas kita dan menceritakan kisah-kisah yang datang dari wilayah kita. Hal ini juga mendorong produksi lain untuk terus dibuat, memperkuat audiovisual Amazon,” ujarnya.
Penghargaan Film Paraense Terbaik diberikan kepada "O Regresso à Patú Anú", disutradarai oleh Akha Rubi, sebuah karya yang menggali pesona Amazon dan tradisi budaya wilayah tersebut.
Penghargaan Skenario Film Fitur Terbaik diberikan kepada "Mundurukuyü: A Floresta das Mulheres Peixe", disutradarai oleh Beka Munduruku, Aldira Akay dan Rylcélia Akay. Pada kategori pendek, yang menjadi sorotan adalah "Zezé Moveu Montanhas", oleh Juliana Uepa.
Penghargaan Penyutradaraan Film Pendek Terbaik diberikan kepada "A Pele do Ouro", yang disutradarai oleh Marcela Ulhoa dan Yare Perdomo, sebuah film dokumenter yang membahas dampak sosial-lingkungan dari aktivitas pertambangan.
Bagi Sekretaris Kebudayaan Kota Santarém, Priscila Castro, festival ini menegaskan kembali pentingnya menciptakan ruang yang didedikasikan untuk narasi yang diproduksi di Amazon.
“Kami menutup edisi ini dengan perasaan yang sangat positif. CineAlter berperan penting dalam menempatkan narasi Amazon sebagai pusat perdebatan budaya dan audiovisual. Ini adalah ruang pertemuan, refleksi dan apresiasi identitas kami, sekaligus menghubungkan kami dengan produksi dari seluruh Amerika Latin”, tegasnya.
Menurut direktur umum festival tersebut, Raphael Ribeiro, edisi kelima menunjukkan kematangan acara dan pertumbuhan produksi audiovisual di wilayah tersebut.
“Itu adalah edisi yang ditandai dengan pembelajaran dan penguatan audiovisual Amazon. Kami memiliki rekor registrasi, yang menunjukkan semakin banyak orang yang memproduksi bioskop di Amazon dan mencari ruang untuk memamerkan karyanya”, ujarnya.
Kurator Viviane Pistache menyoroti bahwa seleksi tahun ini menyoroti keragaman dan kekuatan kreatif produksi daerah.
“Kami memiliki sejumlah besar film yang diproduksi di Amazon. Festival ini menghadirkan potret mendalam tentang realitas yang dialami di wilayah kami dan mempromosikan hubungan antara berbagai pengalaman dan cara membuat sinema”, katanya. Bagi jurnalis dan kritikus film Flavia Guerra, pertumbuhan CineAlter mengikuti evolusi sinema Amazon itu sendiri.
"Sinema Amazon semakin canggih. Generasi muda semakin banyak membuat film, mengkhususkan dan memperluas kemungkinan kreatif mereka. Penting bagi Amazon untuk memiliki produksi audiovisual yang kuat, berkesinambungan, dan terdesentralisasi, yang mampu menunjukkan kepada dunia keragaman wilayahnya dan masyarakat yang tinggal di sini", tegasnya.
Di penghujung edisi kelima, CineAlter mempertegas perannya sebagai salah satu ruang utama sirkulasi, pembentukan dan apresiasi sinema produksi Amazon dan Amerika Latin, memperluas visibilitas cerita yang berasal dari hutan dan dialog bertema universal.
Penghargaan CineAlter
Foto: Gabriel Lobato
Edisi CineAlter ke-5
Foto: Gabriel Lobato
Edisi CineAlter ke-5
Foto: Gabriel Lobato
Edisi CineAlter ke-5
Foto: Gabriel Lobato
← Kembali