Meskipun sebuah laporan internasional mengklasifikasikan Libya sebagai salah satu negara “paling berbahaya” untuk menyelenggarakan pemilu, gelombang optimisme yang menyertai hasil sesi “dialog terstruktur” tidak menjadikan penundaan pemungutan suara sebagai mimpi yang mustahil, jika serangkaian kondisi politik, keamanan, dan legislatif terpenuhi.