BPM ke-3 di Dourados dipimpin oleh seorang wanita untuk pertama kalinya Di balik seragam sempurna dan tanggung jawab memimpin Batalyon Polisi Militer ke-3 di Dourados, unit terbesar di pedalaman Mato Grosso do Sul, ada seorang wanita Minas Gerais dari Montes Claros yang menemukan panggilan dan rumahnya di negara bagian tersebut. Hampir 18 tahun berkarir, karier Gabriella Fernandes diwarnai dengan lemahnya keseimbangan antara kerasnya barak dan lemahnya ikatan kekeluargaan. ✅ Klik di sini untuk mengikuti saluran MS g1 di WhatsApp Disiplin, kekeluargaan dan iman Bagi Gabriella, seragam tersebut tidak menghapus esensi wanita yang memakainya. Dia mendefinisikan dirinya sebagai seseorang yang sangat dibimbing oleh keluarga dan iman kepada Tuhan. “Saya seorang istri, ibu, anak perempuan dan seseorang yang sangat percaya pada pekerjaan, disiplin dan ketekunan”, kata sang komandan, yang melihat hubungan yang dibangun sepanjang hidup sebagai landasan untuk menghadapi tantangan profesi. Seimbangkan langkah Anda Dalam rutinitas bertekanan tinggi, olahraga muncul sebagai katup keluar yang penting. Bergairah dalam berlari, Gabriella menggunakan olahraga ini untuk menjaga keseimbangan fisik dan emosional yang diperlukan untuk mengelola pasukan strategis. Baginya, berlatih olahraga merupakan bagian integral dari rutinitas perawatan dan persiapannya menghadapi komando. Pikiran dalam formasi konstan Gabriella Fernandes mengambil alih batalion MS. Jejaring sosial/Reproduksi Kompetensi yang membawanya ke puncak hierarki negara diperkuat oleh latar belakang akademis yang beragam. Selain memiliki gelar di bidang Keamanan Publik, letnan kolonel juga memiliki gelar di bidang Hukum dan Komunikasi Sosial. Pencarian pengetahuannya juga meluas ke studi pascasarjana di berbagai bidang seperti Lalu Lintas, Periklanan, dan Propaganda, yang menunjukkan visi multidisiplin yang ia terapkan dalam manajemen publik. Inspirasi bagi generasi baru Kisah Gabriella di PMMS dimulai sejak dini: ia lulus ujian pada usia 17 tahun dan menduduki posisi tersebut segera setelah ia berusia 18 tahun. Saat ini, dengan menduduki posisi bersejarah tersebut, ia berharap kehadirannya dapat menjadi contoh bagi gadis-gadis lainnya. “Saya tahu bahwa banyak anak perempuan dan perempuan mengikuti jalan saya dan terinspirasi olehnya. Ini membuat saya bahagia, karena saya percaya bahwa representasi membuka pintu”, sang komandan menekankan, memperkuat pepatahnya bahwa rasa hormat diperoleh melalui kerja dan bahwa tidak ada hambatan yang tidak dapat diatasi bagi mereka yang berdedikasi. Dengan fokus melayani dan melindungi, Gabriella Fernandes menghadapi BPM ke-3 tidak hanya sebagai petugas berpengalaman, tetapi sebagai perempuan yang percaya bahwa keamanan dicapai melalui teknik, tetapi juga dengan kepekaan dan kedekatan dengan masyarakat. Dari Brasília hingga puncak hierarki: sebuah pencapaian karir Karir Gabriella di Polisi Militer ditentukan oleh serangkaian tantangan yang diatasi dan persiapan teknis yang ketat. Masuk ke dalam karirnya, pada tahun 2009, terjadi selama periode transisi kelembagaan: pada saat itu, akses bagi perempuan dibatasi oleh sistem kuota, dan dia harus memenangkan satu dari hanya lima lowongan yang dialokasikan untuk perempuan dari 50 posisi yang tersedia. Selain itu, karena Mato Grosso do Sul belum memiliki akademi kepolisian sendiri, pelatihan dasarnya dilaksanakan di Brasília, antara tahun 2009 dan 2011. Selama hampir 18 tahun bekerja di perusahaan tersebut, perusahaan ini membangun "bagasi" yang terdiversifikasi yang mendasari manajemennya saat ini. Gabriella bekerja di berbagai sektor dan unit, mengumpulkan pengalaman mulai dari memimpin peleton Aero Rancho hingga tugas strategis di Komunikasi Sosial PM, BPM ke-9 dan BPMTran, di mana ia menjabat sebagai wakil komandan. Sebelum mengambil alih batalion terbesar di pedalaman, di Dourados, ia juga menjabat sebagai wakil direktur pengajaran, pengajaran dan penelitian, selain memimpin Batalyon ke-14 di Fátima do Sul. Tonton video dari Mato Grosso do Sul: