Peneliti melakukan USG pada hiu dari Fernando de Noronha - Gambar Mariana Manente/Projeto Golfinho Rotador Para peneliti dari Federal Rural University of Pernambuco (UFRPE) dan sukarelawan yang merupakan bagian dari Proyek Ecotuba, mulai memantau Alagados dos Tubarões, di wilayah Porto de Santo Antônio, di Fernando de Noronha, sebuah wilayah studi baru. Tujuannya adalah untuk memperluas pengetahuan tentang reproduksi dan perkembangan hewan yang memanfaatkan situs tersebut. Dalam pekerjaannya, para peneliti menangkap hiu perawat betina dan melakukan pemeriksaan ultrasonografi (lihat video di atas). ✅ Terima berita g1 di WhatsApp “Kami ingin memastikan secara ilmiah apakah tempat ini digunakan tidak hanya untuk kopulasi, tetapi juga untuk perkembangan embrio. Literatur menunjukkan bahwa wanita hamil memanaskan daerah perutnya di atas batu yang dipanaskan oleh matahari untuk mendorong kehamilan,” jelas peneliti Mariana Rêgo. Hiu ditangkap untuk dipelajari di Noronha Ana Clara Marinho/TV Globo Operasi Hewan-hewan tersebut ditangkap dengan bantuan jaring dan dibawa ke daerah yang lebih dangkal. Mereka kemudian membuat janji, menjalani pengukuran dan menjalani pemeriksaan USG. “Kami mengamati bagian ovarium dan rahimnya. Dengan pemeriksaan tersebut kami dapat memastikan apakah betina tersebut hamil dan mengetahui stadium kehamilannya,” kata Mariana Rêgo. Penelitian ini merupakan tahapan lain dalam pemantauan hiu yang dilakukan 12 tahun lalu di Fernando de Noronha oleh peneliti dari UFRPE. Selain pekerjaan ini, para peneliti melakukan ekspedisi di kapal untuk menangkap hiu, memasang pemancar, dan memantau pergerakan hewan. Pemantauan di Alagados dos Tubarões melengkapi informasi yang telah dikumpulkan. Alagados dos Tubarões adalah kawasan baru yang diteliti Ana Clara Marinho/TV Globo BACA JUGA: Penelitian di Fernando de Noronha menjelaskan mengapa hiu memiliki dua organ seksual Pendidikan lingkungan hidup Pengemudi pengunjung dan penduduk pulau juga berpartisipasi dalam penelitian ini. Usulannya adalah mendekatkan masyarakat pada karya ilmiah dan memperluas aksi pendidikan lingkungan. Kami ingin memadukan pengetahuan masyarakat yang tinggal di pulau tersebut dengan data ilmiah. Informasi yang diberikan oleh para pemandu wisata sangat penting untuk penelitian”, kata Mariana Rêgo. Pengemudi pengunjung José Martins da Silva Filho berpartisipasi dalam pemantauan secara sukarela. “Senang sekali bisa berkontribusi pada penelitian hewan yang sangat saya kagumi. Saya sering mengunjungi daerah ini bersama wisatawan dan berpartisipasi dalam penelitian ini memperluas pengetahuan saya”, kata José. Pengemudi pengunjung Guacirana Cristina juga berpartisipasi dalam pemantauan. “Menyenangkan sekali bisa ikut serta dalam penangkapan, penandaan, dan pemeriksaan. Selain itu, kita bisa menunjukkan kepada pengunjung bahwa hiu bukanlah penjahat. Hiu adalah bagian dari ekosistem dan patut dihormati,” tandasnya. Hubungan antara hiu dan lumba-lumba Proyek lingkungan lainnya menyertai pekerjaan tersebut. Diantaranya adalah Rotator Dolphin Project yang menjalin kemitraan dengan para peneliti untuk memperluas pengetahuan tentang fauna laut di pulau tersebut. “Selama bertahun-tahun kami telah bertukar informasi untuk lebih memahami hubungan hiu dan lumba-lumba. Pertukaran pengetahuan ini memperkuat penelitian”, jelas José Martins. Menurut José Martins, hiu, lumba-lumba dan spesies laut lainnya berperan penting dalam pariwisata berkelanjutan di Fernando de Noronha. “Hiu lemon misalnya, dipelajari agar kita dapat memahami pentingnya ekonomi bagi masyarakat setempat, khususnya untuk kegiatan menyelam. Informasi ini membantu menciptakan strategi konservasi yang lebih efisien,” ujarnya. Pemantauan di Alagados dos Tubarões akan dilakukan antara bulan Juni dan September. VIDEO: paling banyak dilihat di Pernambuco dalam 7 hari terakhir itu