Tuberkulosis terus berkembang di Madagaskar, meskipun ada kemajuan dalam pengobatan. Sejak tahun 2022, jumlah pasien mulai meningkat lagi, meskipun dana untuk memerangi penyakit ini semakin langka. Sebuah tim peneliti dari LSM Solthis melakukan penelitian ekstensif untuk mengidentifikasi kelemahan dalam sistem perawatan dan mengusulkan solusi yang disesuaikan dengan konteks Malagasi. Selama seminggu, dokter, perawat, dan pekerja komunitas telah dilatih tentang alat skrining dan pengobatan baru.