Langkah ini dilakukan pada saat Komisi Eropa bersiap mengadakan pertemuan dengan perwakilan Taliban sebagai bagian dari upayanya mengurangi migrasi tidak teratur dan memperkuat mekanisme pemulangan migran ke negara asalnya, meskipun Uni Eropa tidak secara resmi mengakui pemerintah yang dipimpin oleh gerakan tersebut di Kabul.