Pemerintah AM mundur dan membatalkan keputusan yang mengatur penarikan R$ 100 juta dari UEA
📖 Sumber artikel — 🇧🇷 PortugisFasad Sekolah Tinggi Seni dan Pariwisata
Daniel Brito/UEA
Gubernur Amazonas, Roberto Cidade, Kamis ini (11) mengumumkan pencabutan keputusan yang mengatur realokasi R$100 juta dari anggaran Universitas Negeri Amazonas (UEA). Langkah ini dilakukan setelah adanya penolakan terhadap proposal tersebut, yang menimbulkan pertanyaan tentang kemungkinan dampaknya terhadap aktivitas lembaga tersebut.
Menurut pemerintah, sumber daya tetap bergantung dan dapat disalurkan sesuai kebutuhan oleh universitas. Manajemen negara menyatakan bahwa tidak akan ada kerugian terhadap fungsi UEA.
“Jumlahnya akan tetap kontingen dan akan dicairkan sesuai kebutuhan Universitas Negeri Amazonas. Layanan UEA tetap beroperasi penuh, tanpa ada kerugian bagi siswa, guru, peneliti dan karyawan lainnya,” tegas gubernur.
📲 Bergabunglah dengan saluran g1 AM di WhatsApp
Pencabutan keputusan tersebut terjadi di tengah skenario penyesuaian fiskal yang diadopsi oleh pemerintah negara bagian. Menurut pemerintah, tindakan tersebut terkait dengan penurunan pendapatan yang tercatat pada tahun 2026 dan kebutuhan untuk mempersiapkan negara menghadapi kemungkinan kekeringan parah dalam beberapa bulan mendatang.
Sekarang di g1
Menurut pemerintah, penerimaan negara dipengaruhi oleh melemahnya nilai tukar dolar, yang merupakan faktor yang berpengaruh langsung terhadap impor yang dilakukan oleh industri-industri di Kutub Industri Manaus (PIM) dan pemungutan Pajak Peredaran Barang dan Jasa (ICMS).
Wakil gubernur Serafim Corrêa menyatakan hilangnya pendapatan diperkirakan sekitar R$695 juta tahun ini.
“Pendapatan Amazonas sangat bergantung pada impor yang dilakukan oleh industri di Zona Bebas. Dengan jatuhnya dolar, terjadi pengurangan signifikan dalam dasar perhitungan ICMS, sehingga menimbulkan kerugian hampir R$700 juta,” katanya.
Penggunaan sumber daya untuk usaha kecil
Keputusan tersebut juga terjadi ketika Proposal Amandemen Konstitusi (PEC) yang dikirim oleh pemerintah negara bagian sedang diproses di Majelis Legislatif Amazonas (Aleam), yang memberi wewenang, untuk sementara, penggunaan sumber daya dari Dana untuk Mendukung Usaha Mikro dan Kecil dan Pembangunan Sosial Negara Bagian Amazonas (FMPES) untuk membayar pengeluaran saat ini hingga akhir tahun 2026.
Saat ini, dana tersebut ditujukan untuk membiayai perusahaan mikro dan kecil, koperasi dan aksi pembangunan sosial. Berdasarkan usulan tersebut, sebagian dari sumber daya dapat dialokasikan kembali dalam situasi yang dianggap luar biasa oleh pemerintah.
Dalam justifikasi yang dikirimkan kepada deputi negara, Eksekutif menyatakan bahwa tindakan tersebut berupaya menciptakan mekanisme untuk menghadapi pembatasan anggaran, menjamin kelangsungan pelayanan publik dan menjaga keseimbangan fiskal.
Usulan tersebut masih akan dianalisis dan dipilih oleh DPR.
← Kembali