Mongolia telah menemukan kerangka dinosaurus langka dan sejumlah fosil yang diekspor secara ilegal dua dekade lalu, kata pihak berwenang pada Rabu, yang mengakhiri upaya bertahun-tahun untuk mengembalikan harta paleontologis tersebut. Koleksinya mencakup kerangka Tarbosaurus bataar, diperkirakan lebih dari 50 persen utuh, bersama dengan 28 kelompok fosil dinosaurus yang awalnya ditemukan di Gurun Gobi Mongolia, menurut polisi. Tulang-tulang tersebut diambil secara ilegal dari Mongolia pada tahun 2006 “dengan tujuan mendapatkan keuntungan”, kata D. Munkhkhuyag, kepala departemen hubungan masyarakat kepolisian. Seorang pejabat Mongolia berjalan melewati kotak-kotak fosil dinosaurus saat upacara serah terima di Ulaanbaatar, ibu kota Mongolia, pada 11 Juni 2026.—AFP Badan bea cukai Perancis menyita fosil tersebut antara tahun 2013 dan 2015, dan mulai mengembalikannya setahun kemudian ke Mongolia berdasarkan konvensi internasional untuk memerangi perdagangan gelap warisan budaya. Setelah melalui proses pengembalian fosil yang panjang, fosil-fosil tersebut tiba di ibu kota Ulan Bator pada hari Kamis dan akan disimpan di Museum Nasional Sejarah Alam Mongolia yang baru, di mana fosil-fosil tersebut akan dipelajari dan pada akhirnya dipajang di depan umum. Pejabat Mongolia menunjukkan fosil dinosaurus Tarbosaurus kepada pers saat upacara serah terima di Ulaanbaatar, ibu kota Mongolia, pada 11 Juni 2026.—AFP “Fosil dinosaurus sangat berharga dan merupakan warisan unik,” kata Manchuk Nuramkhan, direktur museum, pada konferensi pers. “Kami senang bahwa anak-anak dan remaja memiliki kesempatan untuk melihat langsung warisan dinosaurus Mongolia dan belajar darinya,” katanya. Tarbosaurus bataar, kerabat dekat Tyrannosaurus rex, hidup sekitar 70 juta tahun yang lalu, dan bukti keberadaannya hampir secara eksklusif ditemukan di Gurun Gobi di Mongolia. Fosil dinosaurus Tarbosaurus terlihat dipajang saat upacara serah terima di Ulaanbaatar, ibu kota Mongolia, pada 11 Juni 2026.—AFP Manchuk mengatakan pengembalian fosil tersebut merupakan kemenangan penting bagi upaya memulihkan warisan budaya dan ilmu pengetahuan yang diambil dari Mongolia dan menyoroti meningkatnya kerja sama internasional melawan perdagangan ilegal barang antik dan fosil. Mongolia telah mengintensifkan upaya dalam beberapa tahun terakhir untuk memulihkan fosil dinosaurus yang diselundupkan ke luar negeri, karena permintaan dari kolektor swasta dan rumah lelang telah memicu pasar gelap internasional atas spesimen paleontologi langka.