Gabrielle Campos selalu mengatakan dia akan memiliki seorang putra dari Korintus dan juga berhasil 'mempertobatkan' suaminya Arsip pribadi/Gabrielle Campos Dengan hanya beberapa hari menjelang debut Brasil di Piala Dunia, yang dijadwalkan pada Sabtu (13), melawan Maroko, antisipasi sudah memenuhi banyak keluarga. Di Mogi das Cruzes, kecintaan terhadap sepak bola dari generasi ke generasi dan perempuan memainkan peran penting dalam menjaga tradisi bersorak tetap hidup, menyatukan keluarga dan memperkenalkan olahraga ini kepada generasi muda. Salah satu penggemarnya adalah Gabrielle Campos, 34 tahun. Corintiana, dia melihat suaminya, Gustavo Triboni, 34 tahun, meninggalkan São Paulo menuju Corinthians dengan dorongannya. Perubahan itu dilakukan usai kelahiran putra pasangan tersebut, Jorge Raphael Triboni, berusia 4 tahun. ✅ Klik untuk mengikuti saluran g1 Mogi das Cruzes e Suzano di WhatsApp "Dia bilang dia mendukung São Paulo, tapi dia tidak pernah terlalu peduli. Saya selalu mengatakan bahwa anak saya akan menjadi penggemar Corinthians. Ketika Jorge lahir dan mulai peduli dengan sepak bola dan mendukung Corinthians, saat itulah Gustavo berpindah tim untuk selamanya", katanya. Menurut Gabrielle, perubahan tersebut membuat suaminya lebih banyak menonton pertandingan dan semakin terlibat dengan sepak bola. Perhatikan juga Sekarang di g1 "Dia mulai menyukainya dan semakin mengikutinya. Faktanya, dia sangat mendukung Corinthians. Dukungan menjadi lebih keren dan saya menyukai kenyataan bahwa saya mengubahnya", candanya. Piala Dunia juga biasanya menjadi momen spesial bagi keluarga. Menurut Gabrielle, pertandingan timnas selalu mempertemukan keluarga dan sahabat dalam suasana meriah. "Kami sudah menonton beberapa Piala Dunia bersama-sama. Selalu ada pesta, pertemuan dengan keluarga, teman-teman, banyak fans dan kekacauan selama pertandingan dan setelah pertandingan. Saya pikir sekarang akan menjadi lebih istimewa karena dia lebih memahami dan bahkan di lineup dia lebih banyak memberi saran", ujarnya. Antusiasme pun sampai pada si kecil Jorge. "Jorge sudah menunjukkan beberapa tanda bahwa dia menyukai sepak bola. Dia bahkan bermain sepak bola di sekolah karena dia ingin. Sekarang, dengan adanya Piala Dunia, dia sangat bersemangat, terutama untuk mendukung dan karena pestanya", ujarnya. Tradisi keluarga Maria Eduarda Gonçalves membawa seluruh keluarga ke Gaviões da Fiel Arsip pribadi/Maria Eduarda Gonçalves Kecintaan terhadap sepak bola juga sudah ada pada Maria Eduarda Gonçalves, berusia 24 tahun, sejak kecil. Sebagai penggemar Corinthians, dia tumbuh dengan menonton pertandingan bersama ayah, paman, dan kakeknya. "Merupakan tradisi di keluarga saya untuk menonton pertandingan bersama dan pergi ke stadion bersama. Itu adalah cinta yang diturunkan dari kakek saya kepada ayah dan paman saya, dan dari mereka kepada saya. Untuk waktu yang lama saya adalah satu-satunya anak perempuan di keluarga", kenangnya. Hubungan dengan klub berlanjut hingga dewasa. Saat ini, Maria adalah bagian dari penggemar terorganisir Gaviões da Fiel bersama tunangannya, Victor Garcia, 29, dan putranya Théo Gonçalves Garcia, 2 tahun. “Ketika Victor dan saya bertemu, hanya saya yang berada di organisasi. Setelah beberapa bulan bersikeras, dia juga”, katanya. Kini, giliran pasangan tersebut yang mewariskan kecintaan mereka terhadap sepak bola kepada putra mereka. Meski baru berusia 2 tahun, Théo sudah menunjukkan ketertarikannya terhadap olahraga dan tradisi para penggemarnya. “Dia suka sekali ke stadion. Di rumah dia juga selalu meminta kami memainkan lagu-lagu suporter”, kata Maria. Piala Dunia tahun ini akan menjadi yang pertama dalam hidup bocah itu, dan keluarganya sudah merencanakan pertemuan besar untuk menonton pertandingan tim Brasil. “Kami sangat gembira, terlebih lagi karena ini adalah Piala Dunia pertama bagi Théo. Kami akan berkumpul dengan keluarga dan teman-teman untuk menonton pertandingan”, katanya. Tonton berita lainnya dari Alto Tietê