Pasukan AS melancarkan serangan baru terhadap Iran, meningkatkan risiko geopolitik dan membuat harga minyak melonjak lebih dari 2%. Perkembangan ini, ditambah dengan aksi jual baru pada saham-saham teknologi, mengguncang pasar saham Asia dan bursa berjangka Wall Street. Investor tetap berhati-hati, mengantisipasi potensi tekanan inflasi dan kenaikan suku bunga meskipun laporan inflasi AS lebih lemah.