Gambar ilustrasi kedelai di Rondônia Badan Pertahanan Kesehatan Agrosilvopastoril - Idaron Mulai Rabu (10), dilarang menanam atau bahkan memelihara tanaman kedelai apa pun tetap hidup di negara bagian Rondônia. Tindakan tersebut, yang disebut vakum sanitasi, mempunyai tujuan penting: untuk memerangi penyakit karat Asia, salah satu penyakit paling berbahaya dalam produksi kedelai. Untuk melindungi panen berikutnya, produsen harus menghentikan penanaman selama 90 hari. Menurut pemerintah, langkah tersebut perlu dilakukan karena jamur penyebab karat Asia, Phakopsora pachyrhizi, sangat bergantung pada kedelai untuk bertahan hidup. 🔎Dengan kata lain: tanpa tumbuhan, jamur ini tidak dapat bertahan hidup di lingkungan. Jadi, dengan menghilangkan tanda-tanda tanaman pada periode ini, siklus penyakit akan terputus bahkan sebelum produksi baru dimulai. Kekosongan sanitasi juga melarang penanaman kedelai di daerah irigasi atau di antara tanaman lain, seperti jagung, sorgum, atau millet. Tidak ada pengecualian: ketiadaan tanaman harus terjadi secara total di seluruh wilayah. Lihat sekarang di g1: Sekarang di g1 Menurut pemerintah Rondônia, situasi lain yang menarik perhatian adalah bahwa peraturan tersebut tidak terbatas pada tanaman saja. Mulai tahun ini, bahkan kedelai yang hanya tumbuh di tepian BR-364 pun harus dihilangkan, sebuah tanggung jawab yang akan menjadi tanggung jawab pemegang konsesi jalan raya. Tindakan tersebut menunjukkan tingkat kehati-hatian yang diperlukan untuk mencegah jamur menemukan celah untuk bertahan hidup. Dalam praktiknya, hal ini berarti tidak ada kedelai yang hidup, bahkan kedelai yang muncul secara spontan setelah panen, yang dikenal sebagai kedelai “tiguera” atau “guaxa”. Meskipun tampak tidak berbahaya, tanaman ini berfungsi sebagai tempat berlindung bagi jamur. Oleh karena itu, produsen perlu melakukan “pembersihan” lahan pertanian secara nyata. BACA JUGA: Piala Dunia: Di mana menonton pertandingan Brasil di Rondônia? Porto Velho akan memiliki bioskop terbuka pada Hari Valentine Remaja tersebut diduga membunuh ayahnya karena berusaha melindungi ibunya dari serangan di RO Menurut Badan Pertahanan Kesehatan Agrosilvopastoral Rondônia (Idaron), kolaborasi para produsen sangat penting bagi keberhasilan tindakan ini. Sepanjang periode tersebut, tindakan bimbingan dan inspeksi akan dilakukan untuk memastikan kepatuhan terhadap standar. Siapa pun yang tidak mematuhinya dapat dikenakan hukuman yang ditentukan oleh undang-undang. Bagi pemerintah Rondônia, upaya kolektif ini membawa hasil langsung di lapangan. Dengan mengurangi keberadaan jamur, panen berikutnya cenderung lebih sehat dan memerlukan lebih sedikit penggunaan pestisida, sehingga juga mengurangi biaya produksi. Selain itu, hal ini membantu menjaga daya saing Rondônia dalam skenario pertanian nasional.