Tarian terakhir salah satu nama besar sepakbola masa kini, inilah yang ditawarkan Grup K Piala Dunia kepada publik. Pasalnya, striker asal Portugal Cristiano Ronaldo akan berlaga pada usia 41 tahun di Piala Dunia terakhir dalam karirnya. Pada kompetisi fase pertama, tim Portugal yang dipimpin CR7 akan menghadapi Kolombia, Republik Demokratik Kongo, dan Uzbekistan. Tim Portugal memulai Piala Dunia yang diadakan di Amerika Serikat, Meksiko dan Kanada, antara 11 Juni dan 19 Juli, sebagai favorit untuk menempati posisi pertama di grup mereka. Pasalnya, memiliki generasi yang sangat bertalenta yang membuat Cristiano Ronaldo bisa bersinar dan mengangkat trofi Piala Dunia pertamanya. Berita terkait: Cristiano Ronaldo menegaskan bahwa dia akan memainkan Piala Dunia terakhirnya. Ancelotti mengatakan Brasil mampu bersaing dengan tim-tim terbaik dunia. Argentina memenangkan kejuaraan dunia ketiga dan menobatkan Lionel Messi. Pemain pria yang mencetak gol di 5 Piala Dunia berturut-turut: pic.twitter.com/z5gGi3U0Qd 5 Februari 2025 Dipimpin oleh pelatih Spanyol Roberto Martínez, Lusos memiliki beberapa hal penting di sepakbola Eropa dalam skuad mereka. Dua di antaranya adalah starter yang tak terbantahkan untuk PSG (Prancis), gelandang Vitinha dan bek sayap Nuno Mendes. Yang lebih berpengalaman namun tak kalah penting adalah Bruno Fernandes, nama besar Manchester United (Inggris) dan bisa dibilang maestro timnas Portugal. Bagi Cristiano Ronaldo, memenangi Piala Dunia, tepatnya di partisipasi terakhirnya di kompetisi tersebut, akan menjadi babak terakhir yang indah dalam kariernya. Dalam kampanye terbaik mereka di Piala Dunia, Portugal finis di tempat ketiga pada tahun 1966. Di Qatar, pada tahun 2022, Portugal berakhir di perempat final. Cristiano Ronaldo ‏ #FIFAWorldCup pic.twitter.com/34v3xAgMDC 9 Mei 2026 Namun tim CR7 punya lawan kuat di Grup K, yakni tim Kolombia. Pelatih asal Argentina Néstor Lorenzo memiliki generasi pemain bagus di tangannya. Yang paling menonjol adalah striker Luis Díaz, yang setelah bersinar di Liverpool (Inggris), membela warna Bayern Munich (Jerman). Nama lain yang menarik perhatian di tim Kolombia adalah gelandang Richard Ríos, asal Benfica (Portugal), dan Jhon Arias (Palmeiras). Di lini pertahanan, pemain utamanya adalah bek Davinson Sánchez yang bermain untuk Galatasaray (Turki). Che🇴 Kolombia lolos ke #FIFAWorldCup 26!@aramco | #WeAre26 pic.twitter.com/sLhmz8Dwyq 5 September 2025 Grup ini menampilkan pendatang baru di kejuaraan dunia tim nasional putra, Uzbekistan. Dipimpin oleh salah satu bek terhebat dalam sejarah sepak bola, Fábio Cannavaro dari Italia, tim Asia Tengah memiliki soliditas pertahanan sebagai keunggulan terbesarnya. Selain mengandalkan kekuatan para pemain bertahannya, Uzbekistan bertaruh pada transisi cepat ke serangan, di mana penyerang tengah berpengalaman Eldor Shomurodov, dari Istanbul Başakşehir (Turki) dan pernah bermain di Roma tradisional (Italia), muncul sebagai referensi yang bagus. 🇮🇩👏 Uzbekistan menuju #FIFAWorldCup untuk pertama kalinya!@UzbekistanFA | #Kami adalah26 5 Juni 2025 Anggota keempat dalam braket adalah tim yang kembali ke Piala Dunia setelah jeda selama 52 tahun, Republik Demokratik Kongo. Tim Afrika yang hanya meraih klasifikasinya di World Repechage dianggap paling rapuh di Grup K. Namun bagi Kongo, mengikuti Piala Dunia sudah merupakan kemenangan besar karena terakhir kali negara tersebut mengikuti kompetisi tersebut adalah pada tahun 1974, saat masih bernama Zaire. Pada kesempatan itu, tim Afrika menghadapi tim Brasil, kalah 3-0 dalam pertandingan melalui gol Jairzinho, Rivelino dan Valdomiro. Inilah artinya. Kongo DR diberikan untuk bermimpi. Cuplikan#FIFAWorldCup pic.twitter.com/Zz1zr6sXix 1 April 2026 Di tim yang dipimpin pelatih asal Prancis Sébastien Desabre ini, nama yang paling menyita perhatian adalah nama striker Cédric Bakambu yang bermain untuk Betis (Spanyol).