Pitbull menyerang pemuda di jalan Imbituba Gadis berusia 20 tahun yang diserang oleh anjing pitbull dalam perjalanannya ke tempat kerja di Imbituba, di selatan Santa Catarina, melaporkan bahwa dia mengalami luka parah di beberapa bagian tubuhnya setelah gigitan tersebut. Video tersebut menangkap momen ketika hewan tersebut, yang dilepaskan ke jalan, mendekati Yasmin Scotti Querino di trotoar, melompat ke arahnya dan menangkapnya (tonton di atas). Hewan itu dikumpulkan oleh balai kota dan dibawa ke tempat penampungan. Polisi Sipil sedang menyelidiki keadaan yang terjadi. Kasus tersebut terjadi pada Senin (8). "Saat dia menciumku, dia tidak melepaskannya lagi. Lalu dia menempelkan mulutnya ke kakiku dan mulai menggigitku dengan sangat parah. Lukanya sangat dalam. Reaksiku saat itu hanya berteriak minta tolong," ujarnya. ✅Klik dan ikuti saluran g1 SC di WhatsApp Warga terpaksa turun tangan dalam aksi pembebasan anjing tersebut dari korban. Yasmin menderita luka di tangan, paha, pantat dan tulang kering, dan dibawa ke rumah sakit setempat, di mana dia membutuhkan jahitan. Di media sosial, dia merinci apa yang terjadi. “Dia datang untuk mengendus saya, seperti yang Anda lihat di video, setelah itu dia tidak melepaskan saya lagi. Kami tidak melakukan apa pun yang membuat anjing itu menyerang saya seperti yang dia lakukan,” lapornya. ⚠️ Di Santa Catarina, pemerintah membatasi pembiakan, pemasaran, dan peredaran pitbull dan ras turunannya. Dalam keputusan yang diterbitkan pada Juli 2025, negara mewajibkan pengebirian sejak usia 6 bulan dan menetapkan denda sebesar R$5.000 bagi wali yang tidak mematuhi aturan (baca lebih lanjut di sini). Penyerangan terjadi pada pagi hari, di dekat sebuah sekolah dasar, saat Yasmin sedang berjalan bersama temannya menuju tempat kerja. Menurutnya, hewan-hewan tersebut sering terlihat di kawasan tersebut dan cenderung dekat dengan manusia. Polisi Militer dipanggil, namun sesampainya di lokasi kejadian situasi sudah terkendali. Pitbull menyerang pemuda di jalan Imbituba TV NSC/Pengungkapan Dalam sebuah pernyataan, balai kota menginformasikan bahwa hewan tersebut tidak memiliki identitas pemilik dan telah menjalani pengebirian dan vaksinasi. Pemerintah kota juga merinci bahwa mereka tidak memiliki struktur sendiri untuk pemeliharaan permanen hewan-hewan tunawisma, namun mereka sedang mencari alternatif untuk menangani insiden. “Proses penawaran sedang dilakukan untuk menyewa perusahaan yang khusus mengumpulkan, menampung dan menangani hewan. Layanan ini juga akan mencakup pelatihan dan tindakan rehabilitasi perilaku, memperluas kapasitas respons pemerintah kota dalam situasi yang memerlukan intervensi teknis khusus,” katanya. Saat dihubungi, Polisi Sipil mengatakan akan memulai Verifikasi Informasi Awal (VPI) untuk mengetahui keadaan yang terjadi dan mengumpulkan elemen yang memungkinkan dilakukannya analisis hukum yang memadai atas situasi tersebut. BACA JUGA Remaja memalsukan penculikannya sendiri untuk memeras orang tuanya 'Sakit yang mendalam': Bocah 4 tahun meninggal setelah jatuh dari jendela Pitbull menyerang pemuda di jalan Imbituba TV/Reproduksi NSC VIDEO: g1 SC paling banyak ditonton dalam 7 hari terakhir