MITHI: Ketua Menteri Sindh Syed Murad Ali Shah pada hari Selasa memerintahkan tindakan tegas terhadap pelaku yang diduga mencungkil kedua mata unta betina setelah menyiksa hewan tersebut dengan kejam di desa Tharparkar sehari sebelumnya. “Kekejaman terhadap hewan yang tidak dapat bersuara tidak dapat diterima dalam kondisi apa pun,” kata CM, dan menggambarkan insiden tersebut sebagai tindakan tidak manusiawi. Dia juga mengarahkan departemen peternakan Tharparkar untuk memastikan perawatan hewan segera terhadap unta tersebut. Dia meminta laporan tentang kejadian tersebut dari DIG Mirpurkhas. MPA Surendar Valasai juga meminta aparat kepolisian setempat segera menindak pihak-pihak yang terlibat dalam kejadian tersebut. Pemilik unta, Sarang Neelo Meghwar, pada hari Senin mengeluh kepada penduduk setempat dan jurnalis di luar Chachro Press Club bahwa sekelompok pria nakal dari komunitas Rind menyerang hewan tersebut tanpa alasan apapun di desanya, Baghal Rind, yang terletak di Dahli taluka. Dia telah membawa unta yang terluka parah itu ke klub pers. Anak-anaknya dan beberapa anggota keluarga perempuan juga menemaninya. “Mereka mulai memukuli unta tersebut dan melanjutkan perlakuan tidak manusiawi hingga mereka mencungkil kedua mata unta tersebut atas perintah seorang tokoh berpengaruh di komunitas mereka, yang tinggal di desa tetangga,” ujarnya. Cobaan berat yang dialaminya memicu protes dari aktivis masyarakat sipil setempat di Chachro dan kegemparan di platform media sosial. “Para tersangka mengancam kami dengan konsekuensi yang mengerikan jika kami meminta polisi atau pihak berwenang lainnya untuk mengambil tindakan terhadap mereka,” katanya. Meghwar mengimbau pihak berwenang terkait dan organisasi hak asasi hewan untuk memastikan penyelidikan atas insiden tersebut dan mengambil tindakan terhadap mereka yang terlibat dalam tindakan tidak manusiawi tersebut. Diterbitkan di Fajar, 10 Juni 2026