Pemerintahan Kashmir (PoK) yang diduduki Pakistan melancarkan perburuan terhadap pengunjuk rasa dan menawarkan hadiah bagi para pemimpin JAAC setelah bentrokan mematikan. Sebuah dokumen intelijen merinci kekerasan sistematis yang dilakukan pasukan Pakistan, termasuk menargetkan JAAC dan menggunakan peluru tajam, yang mengakibatkan banyak kematian warga sipil. India mengutuk kekerasan yang berlebihan dan mendesak pertanggungjawaban internasional atas tindakan Pakistan.