Pengacara melaporkan ketakutan setelah tersapu pusaran air di air terjun Amazonas Pengacara dan pengusaha Adriano Cordeiro menggunakan media sosial untuk melaporkan bahwa dia hampir mati setelah tersapu pusaran air di Cachoeira do Mutum, di Presidente Figueiredo, di pedalaman Amazonas. Menurutnya, kejadian tersebut terjadi saat berjalan-jalan di kawasan tersebut dan hanya berakhir tragis berkat ulah seorang temannya yang berhasil menyelamatkannya. Dalam video yang beredar di internet, Adriano mengaku sedang berenang di dekat air terjun saat dikejutkan dengan kuatnya arus. "Pusaran air ini membawa saya ke bawah, dua kali. Semuanya terjadi begitu cepat. Meskipun saya pandai berenang, saya tidak bisa keluar. Saya pikir saya akan mati", lapornya. 📲 Bergabunglah dengan saluran g1 AM di WhatsApp Menurut pengusaha tersebut, ia sudah mengetahui air terjun tersebut dan pernah menempuh jalur yang sama pada kesempatan lain tanpa menemui kesulitan. Tetap saja, dia akhirnya terseret arus dan kehilangan kendali atas situasi. “Ini bukan pertama kalinya saya pergi ke Cachoeira do Mutum. Saya sudah melakukan rute yang sama, berenang di depan air terjun dari satu pelampung ke pelampung lainnya. Dan meskipun saya pandai berenang, saya hampir mati,” katanya. Istrinya yang menemani jalan-jalan di tepi sungai juga ikut melaporkan dan menceritakan momen ketegangan yang dialami kelompok tersebut. “Mengerikan melihat orang yang dicintai menghilang entah dari mana. Adriano berenang mendekati air terjun dan ketika dia sudah dekat, pusaran air menariknya ke dalam. Kami mendengar seruan minta tolong, tapi awalnya kami mengira itu hanya lelucon. Dalam hitungan detik dia menghilang ke dalam air,” ujarnya. Menurutnya, seorang teman yang bersama pasangan tersebut menyadari keseriusan situasi dan terjun untuk membantunya. Adriano tenggelam dan kembali ke permukaan lebih dari satu kali sebelum dijangkau. “Bocah itu melompat dan berhasil menangkapnya saat kembali ke permukaan. Mereka masih beberapa saat terbawa pusaran air hingga mampu berpegangan pada pelampung,” lapornya. Usai menakut-nakuti, Adriano memanfaatkan kesempatan itu untuk memperingatkan pengunjung yang sering mengunjungi air terjun dan pemandian yang berarus air. “Saat Anda pergi ke air terjun, berhati-hatilah. Bahkan jika Anda tahu cara berenang, jangan biarkan rasa percaya diri berbicara lebih keras daripada kehati-hatian. Saya memiliki kesempatan untuk melarikan diri dan kembali ke keluarga saya, tapi itu bisa saja berbeda,” katanya. Pengusaha tersebut menyatakan bahwa dia memutuskan untuk berbagi pengalaman tersebut untuk memperingatkan orang lain tentang risiko daerah yang memiliki pusaran air, bahkan bagi mereka yang memiliki pengalaman berenang. Pengacara melaporkan ketakutan setelah tersapu pusaran air di air terjun di Amazon. Reproduksi/Media Sosial Lubang milenial dan risiko tersembunyi Cachoeira do Mutum, di Presidente Figueiredo, terkenal dengan formasi batuannya yang menyerupai “bak mandi” alami besar yang diukir oleh kekuatan air selama jutaan tahun. Lubang-lubang tersebut, yang secara geologi disebut marmites, kedalamannya mencapai lebih dari enam meter dan merupakan salah satu tempat wisata utama di daerah tersebut. Para peneliti menunjukkan bahwa rongga tersebut mulai terbentuk sekitar 5 juta tahun yang lalu dan dibentuk oleh arus yang terus menerus pada bebatuan. Selain untuk menarik pengunjung, ruang-ruang tersebut juga berfungsi sebagai tempat berlindung bagi spesies fauna dan flora di kawasan tersebut. Namun para ahli memperingatkan bahwa kedalaman formasi dan pergerakan air dapat menimbulkan risiko bagi orang yang mandi. Di beberapa titik, terdapat kemungkinan terbentuknya pusaran air dan pusaran air sehingga memerlukan perhatian ekstra pengunjung saat melakukan aktivitas menyelam dan berenang. Lubangnya mirip sumur di dasar Sungai Mutum Seni/G1 Wisatawan berduyun-duyun ke tempat wisata Presidente Figueiredo