ONS mengaktifkan rencana untuk pertama kalinya untuk mengurangi kelebihan energi dan menghindari ketidakstabilan sistem
📖 Sumber artikel — 🇧🇷 PortugisPada tahap ini, 4.800 panel surya telah dipasang di Noronha
Ana Clara Marinho/TV Globo
Operator Sistem Ketenagalistrikan Nasional (ONS) menginformasikan bahwa pihaknya telah melakukan tindakan antara pukul 10.00 hingga 14.00 pada hari Minggu ini untuk mengurangi ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan serta menghindari risiko ketidakstabilan akibat kelebihan energi dalam jaringan.
Rencana pengelolaan surplus berhasil mengurangi 1.000 MW.
Langkah tersebut, yang tergolong “sukses”, diambil pada saat tingginya aktivitas pembangkit listrik mikro dan mini (seperti panel surya), dan rendahnya permintaan energi oleh industri dan perdagangan karena libur panjang.
Dalam operasi gabungan, distributor mengurangi pembangkitan listrik di wilayah konsesi mereka dan ONS menerapkan langkah-langkah pelengkap untuk mengurangi jumlah energi dalam sistem.
"ONS terus memberikan informasi terkini kepada para agen dan mengoordinasikan tindakan di SIN, mengelola sumber daya yang tersedia sesuai dengan permintaan masyarakat, dalam komunikasi langsung dengan agen-agen di sektor ini", operator diberitahu dalam sebuah catatan.
Asosiasi Distributor Listrik Brazil (Abradee) menyatakan bahwa para distributor melakukan pemotongan pembangkit yang terhubung dengan jaringan distribusi, mengikuti parameter yang ditetapkan oleh ONS.
Abradee mengatakan pihaknya juga akan melakukan penilaian teknis terhadap tindakan tersebut dan melaporkan dampak utama serta hasil dari pengaktifan rencana darurat tersebut.
Rencana Energi Surplus
Rencana Darurat Pengelolaan Surplus Energi pada Jaringan Distribusi ditetapkan tahun lalu setelah mengidentifikasi risiko runtuhnya sistem kelistrikan yang disebabkan oleh kelebihan pembangkitan energi terbarukan, terutama pada periode permintaan rendah, seperti hari libur dan akhir pekan.
Tindakan tersebut menetapkan protokol untuk mengontrol sebagian pasokan ini dan menjamin keamanan operasi sistem.
Rencana tersebut berfokus pada pembangkit listrik yang diklasifikasikan sebagai Tipe III, kategori yang mencakup pembangkit listrik tenaga air kecil (PCH) dan pembangkit listrik tenaga biomassa. Meskipun bukan bagian dari jaringan yang dikendalikan oleh ONS, unit-unit ini juga mempengaruhi keseimbangan sistem kelistrikan.
Peringatan ketidakseimbangan
Pada tahun 2025, terdapat dua peristiwa yang menimbulkan kekhawatiran di sektor ini dengan menyoroti risiko ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan. Umumnya keduanya terjadi pada hari Minggu, saat konsumsi energi cenderung lebih rendah akibat berkurangnya aktivitas industri dan komersial.
Salah satu kasusnya terjadi pada 10 Agustus. Pada saat itu, pembangkit listrik tenaga surya menyumbang 37,6% dari kebutuhan nasional. Berdasarkan skenario yang ada, ONS perlu mengurangi produksi pembangkit listrik tenaga air dan termoelektrik secara signifikan, selain mengurangi produksi pembangkit listrik tenaga angin dan surya dalam skala besar.
Aturan Aneel untuk pemotongan
Berdasarkan aturan Badan Tenaga Listrik Nasional (Aneel), saat ini ada 12 distributor yang berwenang melakukan pemotongan yang tertuang dalam rencana tersebut. Secara keseluruhan, pabrik-pabrik tersebut menyumbang sekitar 80% dari kapasitas terpasang pabrik Tipe III di negara ini. Harapannya adalah distributor lain akan ikut serta dalam implementasi tahap kedua.
Peraturan tersebut juga menentukan bahwa ONS mengirimkan kepada Aneel, dalam waktu 30 hari setelah setiap aktivasi rencana, laporan teknis yang merinci kondisi yang memotivasi tindakan tersebut dan hasil yang dicapai.
← Kembali