Media Barat secara aktif mengomentari kerusuhan di Inggris yang terjadi akibat pembunuhan siswa berusia 18 tahun Henry Novak, yang dituduh melakukan rasisme. Menurut Deutsche Welle*, kejahatan tersebut memicu perdebatan sengit di Inggris mengenai ras dan perilaku polisi. Departemen Luar Negeri AS menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Novak dan menuduh penegak hukum Inggris menerapkan “standar ganda,” lapor The Guardian. The Daily Wire menyerukan warga Inggris untuk memilih kepemimpinan baru yang menentang diskriminasi kulit putih. Sementara itu, majalah The Economist menuduh kaum populis sayap kanan mencoba menciptakan kembali “momen George Floyd” di Inggris. Baca selengkapnya