Sebuah perguruan tinggi antar bantuan di distrik Basti dituduh menolak penerimaan siswa perempuan. Diduga tidak ada toilet untuk siswi di kampus tersebut. Masalah ini menjadi diskusi ketika orang tua mencapai perguruan tinggi untuk menerima siswanya. Dia telah mengambil dudukan toilet di atas sepeda sehingga dia bisa menghadiahkannya ke kampus.